Pada April 2026, Monetary Policy Committee Bank of England memberikan suara 8–1 untuk mempertahankan Bank Rate di level 3,75%, dengan satu anggota memilih kenaikan menjadi 4%. Komite mencatat bahwa konflik di Timur Tengah telah menimbulkan ketidakpastian yang besar di pasar energi global. Meskipun kebijakan moneter tidak dapat secara langsung memengaruhi harga energi, tujuan Bank adalah memastikan bahwa setiap dampak inflasi sejalan dengan pengembalian inflasi ke target 2% dalam jangka menengah. Hasilnya akan bergantung pada besaran dan durasi guncangan tersebut serta bagaimana transmisinya ke perekonomian yang lebih luas.
Inflasi CPI telah naik menjadi 3,3% dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut di akhir tahun ketika biaya energi yang lebih tinggi mulai terasa, sehingga meningkatkan risiko efek putaran kedua pada upah dan harga. Namun, pasar tenaga kerja yang mulai longgar dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah kemungkinan akan membantu menahan tekanan inflasi. Selain itu, pengetatan kondisi keuangan sejak awal konflik diperkirakan akan menekan permintaan.