Rencana trading untuk 23/01/2019:
Pasar tetap stabil dalam banyak hal, menunggu agenda baru. Putusan Bank of Japan tidak mengejutkan dan berlalu tanpa dihiraukan.
Pemimpin kenaikan di pasar valuta asing adalah NZD setelah pembacaan CPI yang lebih baik dari prakiraan. Indeks-indeks di Asia hampir tak bergerak, Shanghai Composite berada pada level penutupan hari Selasa, Nikkei225 Jepang kehilangan 0,1 persen.
Pada hari Rabu, 23 Januari, kalender acara sepi dari perilisan data penting, namun para investor global mungkin ingin memperhatikan data Penjualan Ritel dari Kanada. Data Indeks Harga Rumah dari AS dan data Kepercayaan Konsumen dari Zona euro. Selain itu, ada pidato dari Wakil Gubernur BOE untuk Kebijakan Moneter Ben Broadbent yang dijadwalkan pagi hari.
Analisis USD/JPY untuk 23/01/2019:
Agenda utama malam ini adalah Pengumuman Tingkat Suku Bunga Bank of Japan, Risalah Rapat Kebijakan Moneter dan Konferensi Pers BoJ.
BoJ telah mempertahankan tingkat suku bunga di level negatif -0,10% seperti yang diperkirakan dan target imbal hasil obligasi 10 tahun tetap 0,0%. BoJ memangkas prakiraan pertumbuhan PDB untuk tahun fiskal 2018/19 menjadi 0,9% dari 1,4%, dan sedikit meningkatkan prakiraan untuk dua tahun ke depan. Prakiraan inflasi untuk tahun 2021 juga diturunkan.
Mari kini kita lihat gambaran tenikal USD/JPY pada kerangka waktu H4. Keputusan tingkat suku bunga BoJ tidak begitu berdampak pada perilaku di pasar seiring harga yang memantul dari support teknikal di level 109,15 setelah candlestick Pin Bar terbentuk. Bull berhasil naik ke level 109,80 namun candle H4 sebelumnya nampak seperti shooting Star, yang mungkin menandakan pembalikan tren. Itulah sebabnya, terlepas dari fakta bahwa tren masih bullish dan target nampak di level 110,18, bear mungkin mengambil alih kendali atas pasar saat harga menembus support lokal di level 109,48. Kemudian support teknikal di 109,15 akan diuji kembali (skenario tanda panah merah). Jika tidak, tren naik akan tetap utuh sebab momentum masih positif dan kuat.
