EMAS telah kehilangan pijakan melawan USD baru-baru ini. Oleh karena itu, harga menetap di pinggir area support 1276 dengan tekanan bearish yang impulsif.
EMAS mencapai level terendah selama dua pekan pada hari Jumat sementara dolar AS melonjak naik setelah rilis data menunjukkan sentimen konsumen AS berada di titik tertinggi selama 15 tahun. Dolar AS juga didukung oleh laporan mengenai ketidaksabaran China terhadap kemajuan proses negosiasi dengan Washington. Indeks AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,1% ke level tertinggi dua pekan di 97,87 menjadi katalis yang mendorong sentimen pasar. Emas berada dalam posisi unik di tengah perang dagang AS-China. Penyelesaian yang positif berarti bahwa emas dapat diuntungkan dari konsumsi perhiasan dan produk emas lainnya di China. Hasil yang negatif dapat memperkuat status emas sebagai aset aman terhadap terus melemahnya pertumbuhan ekonomi di China.
Pekan ini, babak baru data ekonomi akan diawasi dengan seksama saat pasar berupaya mengukur dampak konflik perdagangan pada proyeksi untuk pertumbuhan, baik di AS dan ekonomi global yang lebih luas. AS akan merilis laporan mengenai pesanan barang tahan lama dan data mengenai penjualan rumah siap huni dan baru.
Harga masih menetap di dalam pola Bullish Flag sementara berada di atas area support 1265 dengan penutupan harian. Meski tidak ada banyak Divergensi Bullish namun angka di atas 1265 dengan penutupan harian menandakan peluang kenaikan lebih lanjut.
Untuk skenario saat ini, meskipun terdapat tekanan bearish yang impulsif karena kenaikan USD, EMAS diperkirakan akan kembali mengumpulkan momentum karena tetap berada di atas area support penting di 1265 dimana tembusan di atas 1300 kemungkinan akan membangun momentum bullish yang kuat. Dengan itu, harga dapat bergerak lebih tinggi menuju area resistance 1500 di waktu mendatang.
SUPPORT: 1265, 1276
RESISTANCE: 1290, 1300
BIAS: BULLISH
MOMENTUM: VOLATILE
