USDJPY berhasil kembali mendapat momentum sejak pantulan dari area 109,00 sementara berada dalam tren bearish sebelumnya. JPY berjuang mempertahankan momentum setalah rilis data ekonomi lemah yang merusak sentimen pasar terhadp USD.
Kepala Federal Reserve, Jeromy Powell, baru-baru ini menolak perbandingan antara kenaikan utang bisnis ke level rekor dalam beberapa tahun ini dan kondisi di pasar obligasi AS yang mendahului krisis 2007 hingga 2009. Powell menunjuk kurangnya transparansi mengenai sumber pendanaan dan pemegang pokok utang perusahaan, serta risiko penurunan ekonomi yang dapat memburuk jika peminjang mulai gagal sebagai alasan kekhawatiran. Meski baru-baru ini pertumbuhan utang perusahaan telah melambat, namun kenaikan tajam dapat menyebabkan keadaan ekonomi yang tidak stabil dalam prosesnya. Kekhawatiran tersebut adalah alasan lainnya mengapa the Fed mungkin enggan memangkas suku bunga karena biaya pinjaman yang lebih rendah dapat mendorong perusahaan untuk berhutang lebih banyak.
Pekan ini, laporan Pesanan Barang Tahan Lama Inti akan rilis, yang diperkirakan akan turun ke 0,1% dari angka sebelumnya 0,3% dan laporan Pesanan Barang Tahan Lama diperkirakan akan turun dengan signifikan menjadi -2,0% dari angka sebelumnya, 2,6%. Hari ini anggota FOMC, Evans dan Rosengren akan berpidato mengenai kebijakan moneter dan putusan suku bunga yang mungkin akan netral dengan dampak.
Di sisi lain, hari ini laporan Indeks Harga PDB Awal JPY rilis dengan kenaikan menjadi 0,2% seperti yang diperkirakan dari angka sebelumnya -0,3%, PDB Awal tetap sebesar 0,5%, yang diperkirakan turun menjadi -0,1% dan laporan Produksi Industri yang Direvisi juga menunjukkan kenaikan menjadi -0,6%, yang sebelumnya diperkirakan tetap sebesar -0,9%.
