ECB dan Fed: Selisih suku bunga meningkat
Pada Kamis, 26 Juli, ECB akan menyelenggarakan rapat mengenai kebijakan moneter. Sesuai ekspektasi, ECB akan mempertahankan suku bunga dasar di level nol dan bunga pada deposito untuk bank sebesar -0,4%.
Euri turun tahun ini dari level tinggi sekitar 1,25 per dolar menjadi 1,1700 beberapa hari ini, sementara Bank Sentral AS, the Fed, sebaliknya dengan lambat namun pasti meningkatkan suku bunga - bunga the Fed kini 1,75-2%, namun dua kenaikan suku bunga sebesar 0,25% diperkirakan terjadi sebelum akhir tahun.
Penurunan nilai euro terhadap dolar telah menyebabkan kritik publik terhadap Fed dari Presiden Trump. Trump yakin bahwa kenaikan suku bunga Fed turun menaikkan nilai tukar dolar dan membantu Eropa dan China bersaing dengan barang-barang produksi AS.
ECB pada pertemuan terakhir mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga setidaknya hingga musim panas 2019, agar tidak memperlambat pertumbuhan ekonomi Zona Euro. Di AS, pertumbuhan sebesar 4,5% per tahun dan ekonomi AS siap menghadapi kenaikan suku bunga, menurut the Fed.
ECB dijadwalkan akan berbicara pada rapat tersebut pada hari Kamis mengenai risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi di zona euro dan risiko perang dagang direncanakan oleh Trump.
Sebaliknya, penurunan euro disebabkan oleh hal-hal lain, yaitu serangan verbal dari Trump terhadap UE, janji-janji untuk menaikkan bea cukai pada mobil dari Jerman jelas mengancam euro. Meski tampaknya Trump ingin mengurangi nilai dolar.
Kebijakan ECB memang menjaga euro tetap lemah terhadap dolar. Namun bukankah ECB bertujuan untuk menurunkan nilai euro? Tidak. Target ECB adalah mendukung pertumbuhan ekonomi zona euro dngan mendonasikan kurs mata uang euro, jika diperlukan.