Perekonomian AS melambat kurang dari prakiraan pada kuartal keempat, namun penurunan belanja konsumen dan bisnis menyebabkan pertumbuhan 2018 gagal memenuhi harapan pemerintahan Trump. Laporan PDB dari Departemen Perdagangan AS menyajikan penilaian kebijakan ekonomi Presiden Donal Trump, yang membahas ekonomi sebagai salah satu pencapaian terbesarnya dan menyatakan bahwa pemerintahannya "telah membuat pergantian ekonomi dari sisi proporsi historis". Hasilnya, PDB pada kuartal keempat meningkat 2,6 persen dalam skala tahunan, setelah naik 3,4 persen dari Juli hingga September. Pada 2018, perekonomian tumbuh sebesar 2,9 persen, yang merupakan hasil terbaik sejak 2015 dan lebih baik dari catatan 2,2 persen pada 2017. Para ekonom yang disurvei oleh Routers memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 2,3 persen. Meski kinerja ekonomi pada kuartal terakhir 2018 kuat, ada tanda-tanda bahwa aktivitas berkurang dan sebagian besar angka produksi akan menurun pada Januari dan Februari.
Ekonomi melambat seiring kebijakan moneter yang berubah, dan pertumbuhan juga tertahan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, outlook ekonomi dibayangi oleh tanda-tanda permintaan global yang melemah dan ketidakpastian terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Faktor-faktor ini mendukung posisi "tunggu dan lihat" Federal Reserve sehubungan dengan kenaikan suku bungan tahun ini.
Dolar bereaksi positif terhadap data PDB dan mengkompensasi kehilangan terhadap sekelompok mata uang-mata uang utama, imbal hasil obligasi AS meningkat. Perselisihan dagang, dikombinasikan dengan dolar yang kuat dan permintaan global yang lemah, menahan ekspor dan memaksa bisnis untuk mengakumulasi impor, yang menyebabkan peningkatan defisit perdagangan.