Tingkat ketegangan dalam konflik perdagangan antara AS dan China naik hingga batasnya, namun kedua belah pihak mundur dengan cepat. Senin adalah hari yang sangat sulit untuk pasar saham dan menyebar ke pasar valuta asing. Yang terpenting, kurs USD/CNY di dunia naik paling kuat dalam setahun, mencapai 6,88 saat ini.
Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Xi Jinping pada KTT G20 yang dijadwalkan pada 28-29 Juni. Tampaknya masih akan ada konfrontasi yang menegangkan kedepannya, namun ini lebih baik dari pernyataan tajam kemarin dari kedua belah pihak. Karena konflik tidak semakin meningkat, selera pasar untuk mengambil risiko naik tipis, khususnya sejak Beijing menyerukan "kebijaksanaan" dan menyatakan harapan untuk mencapai sebuah kesepakatan.
Kini China diperkirakan akan setuju untuk bertemu dengan Trump di sela-sela pertemuan KTT G20. Jika sinyal tersebut diterima, maka trader akan memiliki alasan tambahan untuk meyakini bahwa China akan terus menopang kurs USD/CNY. Kemungkinan otoritas China akan mulai membawa kurs mata uangnya ke angka 7.00 sebagai bagian dari taktik negosiasi. Namun, hingga akhir Juni, semua masih samar, dan pasar kemungkinan tidak akan mengambil arah manapun.
Untuk pasangan USD/JPY, kurs mata uang ini melambung setelah reaksi sell-off terkuat kemarin di bursa-bursa saham. Peristiwa di hari Senin mengingatkan kita akan betapa lemahnya transfer perilaku bebas risiko terhadap penguatan yen.
Meskipun pasangan mata uang ini tumbuh, membeli dolar dalam waktu dekat ini harus dilakukan dengan berhati-hati. Greenback kemungkinan akan mempertahankan statusnya sebagai "outsider" terhadap yen dan franc. Pada hari Rabu, tekanan tambahan pada dolar dapat muncul dari peluang data penjualan ritel yang lemah. Menurut prediksi, aktivitas konsumen Amerika pada bulan April minim selama enam bulan terakhir. Jika ekspektasi ini benar, USD/JPY berisiko turun di bawah 109.