Pound Inggris dan euro tetap dalam channel samping setelah data mengenai pasar buruh Amerika dirilis hari Jumat, serta setelah posisi UE lebih jelas terkait rencana Brexit yang baru yang diusulkan oleh Boris Johnson.
Seperti yang telah diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan agar Boris Johnson merevisi habis-habisan rencana Brexitnya sebelum akhir pekan ini. Rencana Brexit tanpa revisi akan meningkatkan peluang gagalnya negosiasi. Macron mencatat bahwa rencana yang diusulkan Inggris pekan lalu tidak dianggap sebagai dasar untuk kesepakatan oleh Brussels dan menyarankan Johnson untuk berpikir ulang mengenai KTT UE mendatang.

Ingat bahwa presiden Prancis telah menolak secara resmi untuk bertemu langsung dengan Perdana Menteri Inggris dan selama percakapan telepon, ia menegaskan bahwa negosiasi hanya dapat mengalami kemajuan melalui Michel Barnier, kepala negosiator UE.
Pesan Macron kepada Johnson diulangi oleh PM Belanda Mark Rutte, yang mengatakan UE tidak akan menerima perjanjian yang akan menciptakan perbatasan kepabeanan di Irlandia. "Terdapat sejumlah isu yang tidak terselesaikan dalam rencana yang diusulkan Inggris," kata Rutte.
Dengan begitu, oposisi Parlemen diperkirakan akan mendorong voting yang meminta perilisan teks legal dari rencana alternatif Brexit yang lengkap sebanyak 40 halaman. Sebagian dari teks telah diperkenalkan pekan lalu oleh Boris Johnson. Menteri Brexit Keir Starmer mengatakan penting untuk melihat rincian legal karena terdapat keraguan bahwa proposal pemerintah berarti pengenalan infrastruktur perbatasan Irlandia Utara, berbeda dengan janji PM yang dibuat pada Kamis lalu.
Dari semua ini, perlu disimpulkan bahwa konfrontasi hanya semakin meningkat,. Hal ini dapat berpengaruh negatif pada kuotasi pound dalam waktu dekat. Namun, telah menjadi resmi bahwa London memberikan kelonggaran dan mengklarifikasi situasi seputar proposal, dan kemungkinan permintaan untuk pound akan berlanjut.
Sehubungan dengan gambaran teknikal GBP/USD, support utama tetap dalam area minimum 1,2275. Jika level ini ditembus maka dapat dengan cepat mendorong pasangan ini ke minimum bulan ini di area 1,2200. Jika pembeli pound berhasil menembus di atas resistance 1,2350, maka skenario ini dapat menyebabkan koreksi kenaikan yang lebih besar ke area maksimum 1,2410 dan 1,2480.
EUR/USD
Data hari Jumat bahwa para pengusaha di AS bulan lalu mempertahankan tingkat ketenagakerjaan yang cukup tinggi dan pengangguran yang mencapai level terendah 50 tahun tidak memberikan dukungan yang kuat untuk dolar AS.

Menurut sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah lapangan kerja sektor non pertanian pada September 2019 naik 136.000, sementara tingkat pengangguran turun ke rekor terendah 3,5%. Pada Agustus lalu, pengangguran sebesar 3,7%. Namun, para ekonom sebelumnya memprediksi kenaikan yang lebih besar dalam jumlah lapangan kerja sebesar 145.000 dan tingkat pengangguran tidak berubah.
Di sisi lain, kabar baik untuk Federal Reserve adalah data bahwa pendapatan per jam rata-rata di AS menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,9% dibandingkan dengan September 2018. Namun, angka ini sedikit lebih lambat dari beberapa bulan lalu. Kondisi bagus pasar tenaga kerja Amerika memberikan peluang untuk inflasi mencapai target sekitar 2,0% dalam waktu dekat. Sayangnya, penurunan aktivitas produksi di dalam dan luar negeri menjadi faktor negatif untuk ekonomi.Defisit perdagangan AS naik pada bulan Agustus, hal ini jelas tidak memuaskan presiden Amerika. Menurut Departemen Perdagangan AS, defisit perdagangan barang dan jasa pada Agustus 2019 naik 1,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan mencapai $54,9 miliar. Para ekonom sebelumnya memperkirakan defisit mencapai $54,5 miliar pada bulan Agustus. Impor pada bulan Agustus dalam gilirannya hanya tumbuh 0,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara ekspor naik 0,2%.

Dalam pidatonya Jumat lalu, Powell mengatakan bahwa ekonomi AS dalam kondisi bagus meskipun muncul beberapa risiko, dan tugas Fed bukanlah untuk "mengotak-atik suku bunga", namun menjaga pertumbuhan ekonomi AS selama mungkin. Jerome Powell juga mencatat bahwa inflasi dan suku bunga yang rendah meninggalkan sedikit ruang untuk Fed menurunkan suku bunga selama masa resesi. "Komite perlu menjajaki strategi-strategi baru untuk dapat mencapai target inflasi 2% dalam waktu yang lama," pimpinan Fed menambahkan. Powell sekali lagi menyoroti fakta bahwa Fed memiliki proteksi yang kuat terhadap tekanan politik jangka pendek, menunjukkan independensi dari kritik presiden Amerika.
Sedangkan untuk gambaran teknikal EUR/USD, tetap tidak berubah. Hanya tembusan level resistance di 1,0995 yang akan menyediakan entri untuk pembeli-pembeli besar baru, yang akan mengarahkan aset-aset berisiko ke maksimum baru di area 1,1030 dan 1,1070. Jika bears mencapai support di area 1,0955, maka tembusan level tersebut akan memberikan tekanan baru pada instrumen trading ini, serta menyebabkan pasangan ini memperbarui level minimum di 1,0930 dan 1,0900.