USD/JPY
Yen Jepang, sebagai mata uang safe haven, namun pada waktu yang sama digerakkan oleh pasar saham, belum lama ini berada dalam situasi sulit. Terdapat 1277 catatan kasus infeksi virus corona (19 tewas) di Jepang. Parlemen Jepang kemarin memberikan mandat kepada Perdana Menteri untuk menyatakan keadaan darurat, yang meliputi diliburkannya kelas-kelas di sekolah, larangan penyelenggaraan acara besar, dan pembangunan fasilitas medis di bangunan dan pada tanah pribadi tanpa izin mereka.
Pasangan USD/JPY naik 300 poin kemarin dengan menutup celah pada hari Senin menyusul pertumbuhan pasar saham AS (S&P 500 4,94%), namun pasar Jepang sendiri berada di bawah tekanan karena resesi ekonomi (GDP menunjukkan penurunan dalam dua kuartal terakhir). Nikkei 225 kehilangan 1,15% hari ini di sesi Asia.

Harga dalam bayangan atas dari candle kemarin berada di atas garis channel harga pada chart harian. Terdapat penurunan harga dari garis ini pada pagi ini. Kelanjutan pertumbuhan sekarang mungkin terjadi setelah harga menembus level tertinggi kemarin. Targetnya dalam situasi ini adalah garis channel harga tertanam di area 107.13.

Pada chart 4 jam, kondisi untuk penurunan lebih lanjut adalah Marlin Line melewati batas wilayah bears. Pada chart harga, transisi indikator ini ke area negatif berhubungan dengan level sinyal di 103.70. Target langsung dari skenario ini adalah ke support garis channel harga di area 102.94, kemudian support garis bawah di area 100.84 (chart harian).