Bursa-bursa keuangan, berbeda dengan dunia fisik, tidak dapat tetap berada dalam keadaan jatuh bebas selamanya, dan cepat atau lambat akan ada rebound atau stagnan, diikuti oleh pergerakan kenaikan. Namun, rebound ini hanya dapat menjadi penanda dari penurunan lebih lanjut. Dalam situasi apapun, apa yang kita lihat dalam pasar mata uang selama beberapa hari terakhir di pekan lalu, dalam berbagai cara, mencerminkan stagnansi yang sama. Meskipun volatilitas masih sangat tinggi, dan sulit untuk menyebutnya sebagai stagnansi. Namun, ini benar-benar adalah stagnansi terhadap latar belakang penurunan beberapa hari sebelumnya.

Pada waktu yang sama, jika anda melihat statistik Eropa, akan menjadi julis bahwa kita semua membahas mengenai habisnya kekuatan dollar untuk pertumbuhan lebih lanjut. Bagaimanapun, statistik makroekonomi di Eropa hanya terus membawa kekecewaan. Khususnya, tingkat pertumbuhan harga produsen di Jerman digantikan oleh penurunan dari 0,2% ke -0,1%, yang memicu pertanyaan mengenai kemungkinan kenaikan inflasi di seluruh Eropa. Selain itu, kita tidak hanya berbicara mengenai penurunan, namun kelanjutan penurunan dalam harga produsen, karena pertumbuhan mereka pada bulan Januari didahului oleh penurunan yang berlangsung selama empat bulan beruntun. Neraca keuangan Eropa surplus sebesar 8,7 miliar euro pada bulan Januari, sangat jauh dari surplus bulan Desember sebesar 51,2 miliar euro. Neraca pembayaran Italia defisit sebesar 0,2 miliar euro pada bulan Januari. Selain itu, surplus sebesar 5,1 miliar euro pada bulan Desember. Sebagai tambahan, jika defisit perdagangan di Spanyol sebesar -2,1 miliar euro pada bulan Desember, maka defisit naik ke -3,5 miliar euro pada bulan Januari. Sederhananya, tidak ada kabar positif dari Eropa pada hari Jumat.
Indeks harga produsen (Jerman):

Namun, sebaliknya, data AS sangatlah menyenangkan. Penjualan rumah di pasar sekunder naik hingga 6,5%. Dari 5.420.000 menjadi 5.770.000, kami menunggu pertumbuhan, namun hanya 0,5%.
Penjualan rumah di pasar sekunder (AS):

Tidak ada indikator makroekonomi yang akan dirilis hari ini, jadi satu-satunya hal yang dapat diandalkan pelaku pasar adalah informasi selanjutnya mengenai penyebaran virus corona. Sampai batas tertentu, penghentian pertumbuhan dollar dapat dikarenakan oleh adanya lonjakan besar jumlah kasus terinfeksi virus di AS beberapa hari terakhir. Meskipun situasi tidak lebih baik di Eropa, karena jumlah kematian dari virus corona di Italia hanya terus tumbuh dan telah melewati jumlah kematian di Tiongkok.

Dari sudut pandang analisis teknikal, kita lihat kabar terbaru lain mengenai local low, dimana kuotasi bergerak turun ke area 1.0636 dan kemudian berbalik, seperti sebelum 20 Maret 2020. bahkan, kita melihat semacam pergerakan lateral dengan amplitudo oscilasi tinggi. Sehubungan dengan aktivitas harian rata-rata, kita memiliki indikator yang stabil di atas 200 poin.
Dari segi ulasan umum jadwal trading, kita melihat pergerakan menurun inersial dalam struktur tren global, dimana kurang dari 500 poin tersisa sebeum rekor level terendah diperbarui.
Kita dapat mengasumsikan pergerakan sementara menuju level 1.0775, dimana perlambatan dapat terjadi di area ini, diikuti oleh kembalinya harga ke level-level terendah dari periode sebelumnya.
Kami akan mewujudkan semua hal di atas menjadi sinyal trading:
- Posisi long dipertimbangkan menuju level 1.0775 (+15/25 poin).
- Posisi short dipertimbangkan jika harga melambat di level 1.0775, diikuti oleh kembalinya harga ke bawah level tersebut. Perspektif dalam kasus ini berada dalam area 1.0700 yaitu -1,650.
Dari sudut pandang analisis indikator komprehensif, kita lihat bahwa periode per jam dan per hari terus menunjukkan kecenderungan menurun karena latar belakang pasar secara umum. Pada waktu yang sama, interval menit bekerja dalam rebound lokal, yang mensinyalkan pembelian.
