
Rapat FOMC meninggalkan suku bunga tidak berubah, berjanji untuk tidak meningkatkannya di masa mendatang, setidaknya hingga perekonomian stabil.
Penurunan ekonomi tajam di AS juga tercatat oleh Fed, menyebutkan PHK skala besar yang terjadi dikarenakan pandemi. Permintaan lemah dan penruunan harga pada minyak juga merupakan sinyal aktivitas konsumen yang sangat rendah.
"Kekacauan aktivitas ekonomi disini dan diluar negeri secara signifikan telah mempengaruhi kondisi keuangan dan memperlemah arus pinjaman pada rumah tangga dan perusahaan AS." ungkap Fed.
FOMC mengklaim bahwa mereka dapat "menyesuaikan rencana", menjanjikan akuisisi sekuritas bendahara, serta sekuritas yang didukung hipotek agensi dan non-agensi dalam jumlah yang diperlukan untuk memastikan kelancaran fungsi pasar.
Menyusul rapat ini, Pimpinan Fed Jerome Powell menyebutkan dalam konferensi pers konsekuensi ekonomi dari langkah "hebat" yang diambil oleh negara, mengatakan bahwa masih belum jelas berapa lama tekanan ekonomi akan berlanjut.
"Kedalaman dan durasi penurunan ekonomi tidak diketahui," ungkap Powell. "beban berat bagi mereka yang setidaknya mampu untuk menahannya," tambahnya.
Statistik terkini menunjukkan bahwa jutaan pekerja kehilangan pekerjaan mereka dan pengeluaran rumah tangga menurun.
Fed memperluas pembelian obligasi langsung di hari Senin untuk meminimalkan kenaikan defisit anggaran negara dan wilayah. Mereka berencana untuk melakukan lebih jika diperlukan.
Pernyataan terakhir Powell pada 9 April meminta Fed untuk menggunakan kekuatannya "secara paksa, aktif dan agresif" hingga ekonomi pulih. Ia mengulangi hal yang sama pada rapat Rabu ini.