
Selama sepekan penuh, dolar AS telah berupaya mempertahankan posisinya. Saat ini, ada banyak berita negatif yang membebani greenback. Dolar AS tidak bertahan di bawah. Namun, dolar kehilangan kekuatan setelah Rapat Federal Reserve.
Untuk saat ini, mata uang Amerika tetap kokoh karena masih merupakan aset yang menarik bagi investor. Selain itu, dolar AS adalah aset safe-haven. Greenback biasanya cepat pulih setelah gejolak pasar. Sekarang, selera risiko kembali ke pasar sehingga merusak permintaan mata uang AS.
Selain itu, dolar AS turun dengan signifikan setelah keputusan Fed atas suku bunga utama. Regulator tetap mempertahankan suku bunga, menyatakan bahwa sekarang level suku bunga ini lebih baik bagi perekonomian. Fed mempertahankan suku bunganya sebesar 0,00% -0,25%, menyatakan bahwa dalam jangka menengah, intervensi tidak akan diperlukan.
Dolar AS merosot ke level terendah dua pekan setelah keputusan Fed. Pasangan EUR/USD melonjak ke 1.0880. Namun, para analis berpendapat bahwa situasi saat ini dapat memengaruhi euro dan dolar AS. Pada hari Kamis, 30 April, pasangan EUR/USD ditradingkan dari kisaran 1.0863-1,0865. Di masa mendatang, pasangan ini cenderung ditradingkan dengan bias bullish.

Pelaku pasar kecewa terhadap pernyataan Jerome Powell yang tidak memberikan petunjuk mengenai kebijakan moneter mendatang. Ia menyatakan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol hingga AS mampu mengatasi krisis korona. Powell tidak mengatakan apapun mengenai tingkat lapangan kerja di Amerika Serikat dan inflasi. Ia menekankan bahwa Fed "akan terus membeli obligasi Treasury dan agen perumahan serta surat utang yang didukung hipotek komersial dalam jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar.
Euro kemungkinan besar akan menghadapi tantangan yang sama, para analis percaya. ECB mungkin akan mengikuti jalur Fed dalam mempertahankan suku bunga utamanya. Investor tidak memeperkirakan ada perubahan drastis dalam kebijakan moneter ECB, tetapi regulator Eropa tidak mungkin sepenuhnya tinggal diam. ECB telah menarik suku bunga ke wilayah negatif, sementara suku bunga simpanan sebesar nol. Tentu saja, regulator Eropa dapat menurunkannya, bahkan lebih banyak (meskipun tidak mungkin turun di bawah nol). Namun, hanya sedikit yang percaya bahwa regulator akan mengambil langkah-langkah tersebut.
Salah satu laporan penting yang ditunggu-tunggu oleh para trader adalah data GBP zona euro untuk kuartal pertama 2020. Para analis percaya bahwa selama periode ini, ekonomi Eropa mungkin tenggelam 3,5% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Para ahli berasumsi bahwa indikator ini akan memungkinkan spekulan untuk membandingkan kerugian di ekonomi AS dan Eropa. Jika data PDB zona euro relatif positif, ekonomi Eropa akan diuntungkan atas Amerika. Terlebih lagi, euro akan menguat terhadap dolar AS.
Ekonomi AS mungkin berkontraksi lebih banyak daripada ekonomi Eropa jika tingkat pengangguran di AS terus tumbuh. Jika demikian, greenback pasti akan menguji titik terendah baru. Para analis tengah menunggu laporan pekerjaan baru. Jumlah klaim pengangguran awal diperkirakan akan meningkat sebesar 3,5 juta. Akibatnya, jumlah klaim awal tunjangan pengangguran selama enam pekan terakhir dapat mencapai 31 juta, yang memengaruhi ekonomi Amerika yang telah tidak stabil.
Menurut para ahli, mata uang AS akan segera kembali mendapatkan posisinya. Dolar AS akan kembali menjadi mata uang terkuat dalam pasangan EUR/USD. Inilah sebabnya, disarankan untuk melakukan transaksi atas dolar AS dalam jangka pendek.