Analisis transaksi dalam pasangan EUR/USD
Bulls euro mencoba membalikkan pasar ke arah mereka setelah serangkaian statistik ekonomi yang bagus, khususnya pada pertumbuhan ekonomi Eropa yang lebih aktif di kuartal ketiga tahun ini. Namun, percobaan ini tidak berhasil karena di pagi hari, short position dari level 1.1671 menyebabkan kenaikan euro sekitar 30 pip.

Rekomendasi trading untuk 2 November
Hari ini, laporan terpentingnya adalah statistik terbaru pada aktivitas produksi UE, dengan laporan ini kita dapat menyimpulkan apakah sektor ini akan dapat tumbuh degan kuat pada kuartal keempat tahun ini. Data yag bagus dapat menyebabkan penguatan euro di hari ini.

- Buka long position saat euro mencapai kuotasi 1.1661 (garis hijau pada chart) dan kemudian take profit di level 1.1716. Namun, pertumbuhan hanya akan terjadi jika laporan yang baik dirilis mengenai aktivitas produksi UE.
- Buka short position saat euro mencapai kuotasi 1.1631 (garis merah pada chart dan kemudian take profit di sekitar level 1.1579. Trading berdasarkan tren, khususnya jika data ekonomi yang buruk dirilis.
Analisis transaksi dalam pasagan GBP/USD
Long positions dari level 1.2931 menghasilkan profit bagus, sekitar 20 pip dari pasar. Kemudia, transaksi beli selanjutnya juga berhasil, khususnya karena kuotasi berhasil mencapai level target 1.2982.

Rekomendasi trading untuk 2 November
Masih belum ada banyak kemajuan mengenai perjajian perdagangan antara Inggris dan UE. Selain itu, Inggris kembali berada di bawah 'lockdown', yang meningkatkan peluang krisis dalam ekonomi Inggris dan oleh karena itu, penuruna kuat dalam pound Inggris. Data yang lemah pada aktivitas manufaktur Inggris akan menambah tekanan pada pasangan GBP/USD.

- Buka long position saat kuotasi mencapai level 1.2931 (garis hijau pada chart) dan kemudian take profit di sekitar level 1.2982 (garis hijau yang lebih tebal pada chart).
- Buka short position saat kuotasi mencapai level 1.2900 (garis merah pada chart) dan kemudian take profit setidaknya di level 1.2852. Kabar buruk mengenai Brexit, serta data yang lemah pada sektor maufaktur Inggris, akan melanjutkan tren penurunan dalam pasangan GBP/USD.