
Dollar memperpanjang penurunannya pada hari Kamis, menunjukkan penurunan terbesar selama tiga hari. Permintaan untuk Dollar telah turun sementara pasar mengantisipasi kemenangan Joe Biden. Beberapa hari - bahkan minggu - terakhir, investor telah berada dalam keadaan ketidakpastian karena Donald Trump telah melancarkan banyak serangan; salah satunya menuntut dilakukannya penghitungan suara ulang di beberapa negara bagian. Ini juga dianggap sebagai faktor negatif untuk greenback.
Federal Reserve, yang akan mengumumkan keputusannya pada tingkat kebijakan moneternya hari ini, dapat memperburuk posisi Dollar AS yang telah goyah. Regulator ini sesuai ekspektasi pelaku pasar akan mengisyaratkan kemungkinan perubahan pada program pembelian aset dalam sebuah pernyataan penyerta atau selama konferensi pers oleh Jerome Powell.
"Rapat Federal Reserve adalah isu sekunder tapi ada kemungkinan Fed dapat memperkuat isyarat mengenai potensi ekspansi pelonggaran kuantitatif, dan ini akan menjadi faktor negatif tambahan untuk Dollar," tulis para pakar.
Namun, sebagian besar ahli strategi pasar masih meyakini bahwa sekarang bukanlah waktunya untuk pernyataan dan isyarat apapun. Bank Sentral akan menunggu hingga Desember. Karena pemenang pemilihan presiden belum diumumkan, para anggota Fed akan mematuhi pernyataan terakhir mereka. Mereka sekali lagi berjanji akan mengerahkan segala upaya untuk membantu ekonomi melalui krisis yang disebabkan oleh pandemi.
Indeks dolar turun 0,9% hari ini ke 92,64, level terendah lebih dari sepekan. Pelemahan indeks juga ditambah oleh penurunan yang menyebar dalam yield Treasury. Spread antara surat utang acuan 10 tahun dan 2 tahun menyempit ke level terendah 3 minggu.

Sementara itu, regulator Eropa merilis serangkaian statistik baru mengenai perubahan dalam aset neraca keuangannya. Terjadi penurunan sebesar 6,06 miliar Euro dibandingkan dengan kenaikan 38,3 miliar Euro di pekan sebelumnya. Pemodal mengurangi repurchase sekuritas sebesar 17,49 miliar Euro, yang menjadi alasan utama untuk penurunan aset pada neraca keuangan. Ini adalah sinyal positif untuk Euro.

Sedangan untuk Pound, mata uang ini berhasil naik ke area 1,30 dipasangkan dengan Dollar hari ini. Pound tentu memanfaatkan pelemahan mata uang AS. Pembeli juga semakin aktif setelah hasil rapat Bank of England dirangkumkan.

Bank Sentral mempertahankan suku bunga pada level yang sama dan mengumumkan kenaikan dalam program untuk pembelian obligasi negara sebesar $195 miliar. Pernyataan yang menyertai mencatat bahwa ekonomi Inggris akan berkontraksi dalam kuartal ini. Mulai hari ini, Inggris telah menyatakan karantina selama empat minggu. Sebelumnya, 'lockdown' diberlakukan di Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.
Meskipun terdapat upaya untuk pulih, seluruh latar belakang yang negatif akan menghadang pertumbuhan Pound Inggris di masa mendatang. PMI komposit pada bulan Oktober di bawah perkiraan sebesar 52,3, mencapai ke 52,1 poin. Indeks aktivitas bisnis dalam sektor jasa turun ke 51,4 poin. Jika anda menambahkan karantina nasional dan Brexit, tampaknya Pound tidak memiliki peluang untuk tumbuh. Satu-satunya hiburan untuk Pound sekarang adalah Dollar yang lemah.