Indeks pasar saham utama AS seperti Dow Jones, NASDAQ dan S&P 500 ditutup pada hari Selasa dengan kenaikan baru. Meskipun retorika hawkish Fed meningkat dan regulator sendiri telah menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,25%, pasar saham sekarang akan mengalami ledakan optimisme yang tak dapat dijelaskan. Dari sudut pandang kami, ini adalah fenomena sementara, karena peningkatan ini sama sekali tidak logis di lingkungan terkini. Selain itu, kenaikan indeks saham selama enam hari terakhir hampir merupakan rekor tertinggi dalam hal kekuatan dalam beberapa bulan dan tahun terakhir. Oleh karena itu, kami menganggap kenaikan saat ini sebagai retracement.
Ada sedikit berita di awal pekan trading terkini. Jerome Powell, seperti yang telah disebutkan, mengakui bahwa suku bunga utama dapat dinaikkan sebesar 0,5% beberapa kali tahun ini. Tidak ada peristiwa atau pengumuman penting lainnya. Sementara itu, para ahli di Goldman Sachs menyatakan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 0,5% pada pertemuan Mei dan Juni. Dengan kata lain, ini akan terjadi pada dua pertemuan komite moneter berikutnya. Mengingat berita ini, mungkin kenaikan aset berisiko saat ini adalah kenaikan sebelum penurunan yang baru. Fenomena ini terkadang terjadi di pasar ketika ada pergerakan yang tidak logis di satu arah dan kemudian pergerakan yang lebih kuat ke arah yang lain. Goldman Sachs meyakini bahwa Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 3-3,25% pada tahun 2023. Salah satu hawks paling menonjol di Fed, James Bullard, kemarin menyatakan bahwa suku bunga harus dinaikkan secepat mungkin untuk menghentikan tekanan naik pada inflasi. Bullard mengatakan bahwa suku bunga utama akan dibawa ke level netral sesegera mungkin agar tidak mendorong inflasi untuk naik lebih lanjut. Menurutnya, inflasi tidak akan menurun hingga angka tersebut melewati level netral 2,4%. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, perang melawan inflasi dapat berlangsung selama beberapa tahun. Ini bukanlah perbaikan cepat.
Konflik antara Ukraina dan Rusia juga bisa berlangsung selama beberapa tahun. Meskipun serangan pasukan Rusia telah terhenti selama dua minggu terakhir, semakin banyak pakar militer dan analis politik menyatakan bahwa pasukan Belarusia siap untuk menyerang Ukraina dan mencoba untuk menguasai jalan-jalan di Ukraina barat demi menghilangkan senjata militer yang dipasok negara-negara Barat ke Kiev. Polandia, yang menawarkan NATO untuk memberlakukan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina, secara aktif memasok senjata dan siap untuk menyerahkan sistem pertahanan udaranya, juga dapat diserang. Pejabat Moskow telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka mungkin meluncurkan serangan pendahuluan di beberapa kota Polandia jika Warsawa terus secara aktif membantu Ukraina dan melibatkan pasukan NATO dalam konflik. Dari sudut pandang kami, situasi ini dapat digambarkan sebagai "gerakan cepat menuju Perang Dunia III" dan sama sekali bukan "penurunan eskalasi konflik militer".