Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ De-dolarisasi atau de-eurozasi? Analis mempertimbangkan kedua skenario ini mungkin

parent
Berita Analisis:::2022-11-01T04:42:39

De-dolarisasi atau de-eurozasi? Analis mempertimbangkan kedua skenario ini mungkin

De-dolarisasi atau de-eurozasi? Analis mempertimbangkan kedua skenario ini mungkin

Analis baru saja membahas kemungkinan keluarnya dolar AS di pasar asing untuk waktu yang lama. Namun, sekarang mereka memberikan prediksi skenario serupa akan terjadi pada euro. Analis sedang mempertimbangkan faktor yang menimbulkan keadaan seperti itu. Mereka khawatir dalam waktu dekat mata uang Eropa akan menghadapi tantangan yang sama dengan dolar AS. Saat ini, banyak negara yang mencoba menggantikan posisi dolar AS sebagai pembayaran bersama...

Analis menunjukkan bahwa posisi euro lebih banayak dirugikan daripada diutungkan. Pembayaran dalam euro dan dukungannya semakin mahal. Menurut Eurobarometer, euro populer di tengah 60% populasi. Namun, saat ini banyak warga Uni Eropa yang skeptis pada masa depan euro. Beberapa ekonom memperhitungkan bahwa beberapa negara Uni Eropa mungkin meninggalkan zona euro dan membuang euro.

Sebelumnya, para ekonom menyarankan kemungkinan penggantian mata uang AS oleh banyak negara. Namun, euro kini tengah menghadapi risiko yang sama. De-eurozation terlihat cukup mungkin terjadi. Namun, situasi di pasar keuangan global tidak mungkin berubah dalam waktu dekat, para ekonom percaya.

Saat ini, otoritas pada banyak negara sedang mencoba untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka untuk mengurangi ketergantungan pada greenback. Namun, penurunan tajam dalam dolar pada cadangan internasional tampaknya tidak mungkin terjadi karena sekitar 40% dari transaksi dunia dilakukan dalam dolar.

Penggunaan mata uang nasional dalam pembayaran internasional memacu permintaan mereka dan mengurangi ketergantungan pada kebijakan moneter Fed. Pada saat yang sama, gejolak geopolitik saat ini memicu reli dolar AS karena banyak negara lebih memilih untuk menyimpan mata uang AS dalam cadangan mereka.

Pada awal pekan, euro trading hampir pada level yang sama. Pada tanggal 31 Oktober, pasangan EUR/USD berfluktuasi di dekat 0,9952, sedikit di bawah level pivot sebelumnya di 0,9963.

Investor kini menunggu rilis laporan makroekonomi penting kawasan euro, yaitu PDB untuk kuartal ketiga 2022. Menurut perkiraan awal, dari Juli hingga September, laju ekonomi sedikit menurun menjadi 2,1%. Pada triwulan II 2022, angka ini mencapai 4,1%.

De-dolarisasi atau de-eurozasi? Analis mempertimbangkan kedua skenario ini mungkin

Greenback telah naik untuk beberapa saat berkat sikap hawkish Fed. Pada 2 November, Bank of England dan The Fed akan mengadakan pertemuan mereka. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan secara luas sebesar 75 basis poin ke kisaran 3,75-4%.

Keputusan suku bunga utama The Fed dapat mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan. Beberapa analis percaya bahwa regulator dapat beralih ke pengetatan yang kurang agresif meskipun ada kenaikan suku bunga 75 basis poin. Namun, analis lain yakin bahwa regulator akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 14 Desember.

Pada pertemuan di bulan Februari 2023, pengawas diperkirakan akan menaikkan suku bunga utama sebesar 25 basis poin menjadi 4,50-4,75%. Analis memperkirakan bahwa akan ada kenaikan tarif lebih dari 25 basis poin tahun depan. Skenario seperti itu termasuk bearish untuk dolar AS. Euro juga tidak mampu mendapatkan kembali kenaikan jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli pasangan EUR/USD dengan level target jangka panjang di atas 1,0500.

Banyak ekonom khawatir sentimen akan menjadi lebih bearish untuk mata uang AS. Pekan lalu, trader besar memulai aksi jual greenback. Akibatnya, jumlah posisi short selama seminggu meningkat sebesar 21%. Seandainya tidak ada bantuan fundamental yang positif, greenback dapat turun lebih rendah.

Meskipun demikian, dolar AS tetap menjadi mata uang terpopuler, dengan hampir 90% dari semua trading mata uang memiliki dolar sebagai salah satu pasangan transaksi. USD telah reli untuk beberapa waktu di tengah pengetatan agresif Fed. Dalam beberapa bulan terakhir, dolar AS telah mencapai tertinggi multi-tahun terhadap euro, pound sterling, yen, dan yuan. USD juga merih keuntungan dari resesi di zona euro karena investor menyingkirkan euro demi dolar AS.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...