Pasangan USD/JPY memperbarui titik tertinggi bulanannya, mendekati pertengahan angka ke-134. Ini terutama disebabkan oleh perilaku dolar. Meskipun laporan penjualan ritel mengecewakan, greenback memperkuat posisinya di seluruh pasar pada hari Jumat, termasuk terhadap yen. Sekarang pasangan ini mengikuti momentum hari Jumat.
Naik turunnya USD/JPY
Secara umum, sejak awal Februari, pasangan ini telah diperdagangkan dalam kisaran 500 poin yang luas. Awalnya, harga naik ke area angka 135-136 (secara impulsif berada di level 137.92), kemudian berbalik turun dan kembali ke nilai 130.50. Namun, momentum bearish memudar di sini: bear gagal memasuki area angka ke-129, setelah itu pasangan ini kembali berbalik 180 derajat dan naik ke titik tertinggi lokal saat ini.

Patut dicatat bahwa naik turunnya pasangan ini tidak hanya disebabkan oleh penguatan/pelemahan dolar, tetapi juga oleh perilaku yen. Di awal tahun, yen "hidup dalam antisipasi" perubahan kebijakan bank sentral Jepang, karena Haruhiko Kuroda, yang telah memimpin bank sentral selama 10 tahun, bersiap untuk pensiun. Kebanyakan calon penerusnya menyuarakan sikap yang agak hawkish, menganjurkan normalisasi kebijakan moneter. Namun, pada akhirnya, pilihan otoritas Jepang jatuh pada Kazuo Ueda yang menyatakan niat untuk terus mengikuti program pelonggaran besar-besaran kebijakan moneter bank sentral. Ueda percaya bahwa pertumbuhan inflasi terutama terkait dengan kenaikan harga impor, bukan kenaiakn permintaan. Berbicara di parlemen, Ueda menyatakan keyakinannya bahwa faktor pertumbuhan harga "kemungkinan besar akan segera melambat," dan inflasi akan turun hingga di bawah 2% pada akhir tahun ini. Pada saat yang sama, Ueda mengulangi ungkapan Kuroda bahwa keuntungan dari kebijakan moneter saat ini lebih besar daripada kerugiannya.
Meskipun kepala Bank of Japan yang baru tersebut mengakui kemungkinan meneysuaikan kebijakan moneter, dia menjelaskan bahwa setiap perubahan akan dilakukan dengan perlahan, konsisten, dan lancar: pasti tidak akan ada kenaikan tajam dalam semangat Fed- 2022. Dua hari lalu, berbicara di KTT G20, Ueda sekali lagi menegaskan bahwa BOJ akan mempertahankan kebijakan moneter longgar di masa mendatang.
Dalam konteks retorika tersebut, yen berada di bawah tekanan, yang semakin intensif setelah rilis laporan inflasi terbaru di Jepang. Laporan yang dirilis pada akhir Maret mencerminkan penurunan tajam inflasi inti pada bulan Februari. Indeks harga konsumen, tidak termasuk harga pangan tetapi termasuk harga produk minyak, tumbuh sebesar 3,1%, setelah pada bulan Januari tumbuh sebesar 4,2%.
Dengan kata lain, saat ini yen tidak memiliki argumen "sendiri" untuk memperkuat posisinya. Terhadap dolar, mata uang Jepang ini fokus pada perilaku dolar, yang pada gilirannya bereaksi terhadap naik/turunnya sentimen hawkish mengenai tindakan lebih lanjut Federal Reserve. Misalnya, pada hari Jumat, indeks dolar AS naik di tengah pernyataan perwakilan Fed, Christopher Waller, yang mengatakan bahwa bank sentral belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam mencapai target inflasinya, sehingga "suku bunga perlu terus dinaikkan." Setelah itu, kemungkinan kenaikan suku bunga 25 poin pada rapat bulan Mei meningkat menjadi 84% (menurut data dari CME FedWatch Tool). Pada saat yang sama, penguatan dolar mengabaikan data penjualan ritel yang mengecewakan, yang juga dipublikasikan pada hari Jumat.
Kesimpulan
Terlepas dari kenyataan bahwa setelah peristiwa Maret (runtuhnya beberapa bank besar di AS), The Fed secara signifikan melunakkan posisinya, kebijakan Fed masih tetap lebih hawkish dibandingkan kebijakan BOJ. Kepala BOJ yang melanjutkan kebijakan Kuroda, dan inflasi inti di Jepang turun tajam. Semua ini menunjukkan bahwa yen, dalam pasangan USD/JPY, akan terus mengikuti greenback. Pernyataan Hawkish oleh para perwakilan Fed akan memicu lonjakan pasangan USD/JPY, meskipun faktor fundamental tersebut memiliki "umur simpan" yang sangat singkat. Oleh karena itu, siklus naik saat ini dalam jangka pendek dapat memudar di sekitar level resistance terdekat di 135.00.
Dari sudut pandang teknikal, di chart harian, pasangan ini berada di garis atas indikator Bollinger Bands, tetapi masih di dalam Kumo cloud. Level resistance terdekat (target pergerakan naik) terletak di level 135.00 (batas atas cloud). Jika bull melampaui target ini, indikator Ichimoku akan membentuk sinyal bullish "Parade of Lines", yang menandakan perkembangan lebih lanjut dari tren naik dalam jangka menengah.