
Pound sterling diperdagangkan di sekitar 1,3406, menguat kembali setelah menyentuh batas bawah kanal tren naik yang terbentuk sejak 15 Mei dan bergerak di atas level retracement Fibonacci 61,8%.
Pound sterling berhasil menutup gap yang terbentuk pada 22 Mei di sekitar 1,3438. Namun, tekanan jual mendorongnya turun hingga ke level terendah 1,3368. Sejak saat itu, kami melihat adanya rebound teknikal dan meyakini GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan dalam beberapa hari ke depan.
Pound sterling berpotensi melanjutkan tren naik dalam beberapa jam ke depan, sehingga kami akan mencari peluang beli jika GBP/USD menguat dan terkonsolidasi di atas level Fibonacci 61,8% di sekitar 1,3385.
Pada level harga saat ini, kita masih dapat mempertimbangkan posisi beli dengan target di 200 EMA di sekitar 1,3466. GBP/USD bahkan bisa menguat hingga mencapai batas atas kanal tren naik di kisaran 1,3515.
Jika momentum bearish mendominasi dan pound sterling jatuh di bawah level Fibonacci 61,8% serta berkonsolidasi di bawah area tersebut, besar kemungkinan harga turun ke level 5/8 Murray di sekitar 1,3305.
Area di sekitar level 5/8 Murray dapat dianggap sebagai zona potensial untuk pantulan teknikal, karena instrumen ini mungkin sedang membentuk pola double-bottom, dan kondisi tersebut bisa kita pandang sebagai peluang beli.