
Minyak mentah diperdagangkan di sekitar $68,98, kembali menguat setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar 67,97. Level harga ini terakhir terlihat pada Februari 2026, sebelum terjadinya perselisihan di antara negara-negara Timur Tengah.
Secara teknikal, minyak mentah tampak masih memiliki potensi kenaikan dalam beberapa minggu ke depan untuk mencapai level psikologis $100.
Berdasarkan analisis grafik H4, terlihat bahwa minyak mentah meninggalkan celah di sekitar $83, dengan satu celah lagi di sekitar $96. Secara teknikal, terdapat potensi kenaikan bagi minyak mentah untuk kembali ke level-level harga tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Pada grafik 4 jam, terlihat bahwa minyak mentah telah bergerak dalam channel tren menurun yang terbentuk sejak awal Juni, dan saat ini sedang berupaya menembus SMA 21 dan batas atas channel tren menurun tersebut.
Jika dalam beberapa jam ke depan terbentuk breakout kuat di atas $69 dan di atas channel tren menurun, hal ini dapat dianggap sebagai sinyal positif untuk membeli minyak mentah. Kita dapat mengantisipasi kenaikan menuju $75 di sekitar level Murray 0/8 dan pada akhirnya mencapai level 200 di sekitar $81,25.
Indikator Eagle menunjukkan sinyal positif, sehingga kita perlu mencermati area $69 di sekitar Murray -1/8. Jika harga bertahan di atas level ini, prospeknya dapat dianggap positif dan akan dilihat sebagai sinyal untuk membuka posisi beli (long).