Ulasan Trading dan Saran Trading untuk Yen Jepang
Pengujian level harga 156,31 terjadi saat indikator MACD baru saja mulai bergerak turun dari garis nol, yang mengonfirmasi titik masuk yang valid untuk menjual dolar. Akibatnya, pasangan ini hanya turun 10 poin.
Pada paruh kedua hari ini, perhatian akan tertuju pada rilis PMI Jasa AS dan PMI Gabungan, serta pidato anggota FOMC Thomas Barkin. Pernyataannya mengenai jeda dalam siklus penurunan suku bunga pada Januari tahun ini dapat memiliki dampak signifikan pada dolar terhadap yen.
Pasar akan menganalisis dengan cermat angka PMI dalam upaya mendeteksi sinyal atas keadaan ekonomi AS. Pertumbuhan berkelanjutan di sektor jasa, yang dikonfirmasi oleh angka indeks yang kuat, akan memperkuat dolar, yang berarti lebih sedikit kebutuhan untuk pelonggaran moneter yang agresif. Sebaliknya, data yang lemah dapat memicu spekulasi atas dimulainya kembali penurunan suku bunga lebih awal, menekan mata uang AS. Namun, minat terbesar terletak pada pidato Thomas Barkin. Komentarnya terkait jeda Januari dan prospek kebijakan Federal Reserve selanjutnya dapat menjadi katalis untuk volatilitas signifikan di pasar mata uang. Jika Barkin menyatakan kekhawatiran atas perlunya langkah tambahan untuk merangsang ekonomi, ini dapat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dan melemahkan dolar terhadap yen. Di sisi lain, nada hawkish dalam retorika Barkin, yang menekankan risiko inflasi yang terus-menerus tinggi atau ketahanan ekonomi AS, akan mendukung dolar dan memicu penguatannya terhadap yen.
Terkait strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan pelaksanaan Skenario No. 1 dan No. 2.

Sinyal Beli
Skenario No. 1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini saat mencapai titik masuk sekitar 156,58 (garis hijau pada grafik), dengan target kenaikan menuju 156,91 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 156,91, saya berencana keluar dari posisi beli dan membuka posisi jual ke arah sebaliknya, dengan target pergerakan 30–35 poin dari level tersebut. Kenaikan pasangan ini dapat diantisipasi sebagai kelanjutan dari tren. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik dari situ.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika level 156,31 diuji dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di wilayah oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan dan memicu pembalikan pasar yang bullish. Pertumbuhan menuju level sebaliknya 156,58 dan 156,91 dapat diantisipasi.
Sinyal Jual
Skenario No. 1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini setelah terbentuk breakout ke bawah level 156,31 (garis merah pada grafik), yang akan menyebabkan penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual terletak di level 155,88, tempat saya berencana keluar dari posisi jual dan segera membuka posisi beli ke arah sebaliknya, dengan target pergerakan 20–25 poin dari level tersebut. Tekanan pada pasangan ini mungkin kembali hari ini jika data ekonomi AS lemah. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai turun dari situ.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika level 156,58 diuji dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di wilayah overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan dan memicu pembalikan pasar yang bearish. Penurunan menuju level sebaliknya 156,31 dan 155,88 dapat diantisipasi.

Informasi di Grafik:
- Garis tipis hijau – level masuk untuk membeli instrumen trading;
- Garis tebal hijau – harga yang diproyeksikan tempat order Take Profit dapat ditempatkan atau keuntungan dapat diamankan secara manual, karena pertumbuhan tidak mungkin berlanjut ke atas level ini;
- Garis tipis merah – level masuk untuk menjual instrumen trading;
- Garis tebal merah – harga yang diproyeksikan tempat order Take Profit dapat ditempatkan atau keuntungan dapat diamankan secara manual, karena penurunan tidak mungkin berlanjut ke bawah level ini;
- Indikator MACD – saat memasuki pasar, penting untuk fokus pada zona overbought dan oversold.
Catatan: Trader forex pemula harus sangat berhati-hati saat membuat keputusan masuk pasar. Sebelum rilis laporan fundamental penting, sebaiknya tetap di luar pasar agar tidak terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading selama rilis berita, selalu tempatkan order stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa order stop-loss, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit Anda, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang yang tepat dan trading dalam volume besar.
Dan ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Keputusan trading spontan berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.