Ulasan Trading dan Saran Trading untuk Yen Jepang
Pengujian level 153,19 terjadi ketika indikator MACD kembali dari area overbought, mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk menjual dolar. Akibatnya, pasangan ini turun lebih dari 30 poin.
Perhatian sekarang akan tertuju pada data klaim tunjangan pengangguran AS dan angka penjualan rumah yang sudah ada. Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan berfungsi sebagai semacam barometer kondisi ketenagakerjaan. Peningkatan klaim yang signifikan dapat mengisyaratkan meningkatnya pemutusan hubungan kerja, yang menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi atau kesulitan di sektor-sektor tertentu. Indikator ini sangat cepat dan sensitif terhadap perubahan, sehingga menjadi alat penting untuk prediksi jangka pendek.
Penjualan rumah yang sudah ada, pada akhirnya, mencerminkan kepercayaan konsumen dan ketersediaan program KPR. Peningkatan penjualan mengisyaratkan bahwa rumah tangga siap melakukan pembelian besar, yang dapat terjadi berkat membaiknya kondisi keuangan atau syarat pembiayaan yang menarik. Angka yang kuat biasanya mendukung dolar AS.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan mengandalkan penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.

Sinyal Beli
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY saat harga mencapai titik masuk di sekitar 153,10 (garis hijau pada grafik), dengan target kenaikan ke 153.62 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 153,62, saya akan menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah (menargetkan pergerakan 30–35 poin dari level tersebut). Pasangan ini diperkirakan dapat menguat hari ini setelah rilis data pasar tenaga kerja AS yang kuat. Penting: Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari garis tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika level 152.85 diuji dua kali beruntun saat indikator MACD berada di area oversold. Kondisi ini akan membatasi potensi penurunan dan berpeluang memicu reversal naik. Kenaikan menuju level berlawanan di 153,10 dan 153,62 dapat diantisipasi.
Sinyal Jual
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY setelah terbentuk breakout level 152,85 (garis merah pada grafik), yang berpotensi memicu penurunan tajam. Target utama penjual akan berada di 152,35, tempat saya akan menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli berlawanan arah (menargetkan pergerakan 20–25 poin). Tekanan pada pasangan ini akan kembali muncul jika hasil laporan ekonomi lemah. Penting: Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari garis tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika level 153,10 diuji dua kali beruntun saat indikator MACD berada di area overbought. Kondisi ini akan membatasi potensi kenaikan dan memicu reversal turun. Penurunan menuju level berlawanan di 152,85 dan 152,35 dapat diantisipasi.

Penjelasan grafik:
- Garis tipis hijau – level masuk untuk membuka posisi beli pada instrumen trading;
- Garis tebal hijau – perkiraan level Take Profit atau titik untuk mengunci profit secara manual, karena kenaikan harga tidak mungkin berlanjut ke atas level ini;
- Garis tipis merah – level masuk untuk membuka posisi jual pada instrumen trading;
- Garis tebal merah – perkiraan level Take Profit atau titik untuk mengunci profit secara manual, karena penurunan harga tidak mungkin berlanjut ke bawah level ini;
- Indikator MACD – saat masuk pasar, penting untuk memperhatikan zona jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold).
Catatan: Pemula di pasar forex harus mengambil keputusan masuk pasar dengan sangat hati-hati. Menjelang rilis laporan fundamental utama, sebaiknya tetap berada di luar pasar untuk menghindari pergerakan harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang order stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa stop-loss, Anda bisa dengan cepat kehilangan seluruh deposit, terutama jika tidak menerapkan manajemen modal yang benar dan trading dengan volume besar.
Ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya didasarkan pada kondisi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.