
Uni Eropa akhirnya mulai mendapatkan rasa percaya diri dan bergerak menuju kemandirian, terutama dari AS. Perlu diingat bahwa tahun lalu Donald Trump memberlakukan tarif "bersahabat" terhadap negara‑negara di Uni Eropa dan, di bawah tekanan tarif perdagangan tersebut, praktis memaksa Brussels menandatangani kesepakatan dagang bernilai ratusan miliar dolar, yang akan diterima AS sebagai imbalan atas tidak dinaikkannya tarif impor. Sejak itu, hubungan antara UE dan AS menyerupai hubungan dua musuh bebuyutan yang terpaksa berada dalam perahu yang sama, yang harus saling tersenyum dan berpura‑pura bahwa semuanya baik‑baik saja.
Tekanan Trump tidak berhenti pada tarif perdagangan. Misalnya, Presiden AS berulang kali mengancam akan keluar dari NATO dengan alasan bahwa Eropa tidak mengalokasikan cukup dana untuk memperkuat Aliansi Atlantik Utara dan hanya memanfaatkan AS sebagai pelindung dari musuh eksternal. Secara alami, "faktor NATO" juga secara aktif digunakan Trump selama negosiasi dengan Brussels terkait kesepakatan dagang. Dengan kata lain, penghuni Gedung Putih memegang dua kartu truf besar berupa pasar yang luas dan NATO, yang ia gunakan dengan leluasa.
Namun, pada awal 2026 Brussels akhirnya menyadari bahwa bernegosiasi dengan Trump adalah hal yang sia‑sia. Setelah satu tuntutan, akan muncul tuntutan berikutnya, dan begitu seterusnya tanpa akhir. Anehnya, saya—bukan seorang politikus Eropa—sudah mengatakan sepanjang tahun lalu bahwa Trump hanya mencari dalih untuk memberlakukan tarif, sanksi, dan bea baru, lalu mengeluarkan ultimatum yang harus diterima lawannya di bawah tekanan kartu truf Amerika. Pada Januari 2026, Trump secara serius membahas aneksasi Greenland dengan menggunakan dalih mulia bahwa "Eropa tidak dapat menjamin keamanan Greenland dari Tiongkok dan Rusia, dan bagi Amerika, Greenland adalah masalah keamanan nasional." Jika keamanan nasional dipertaruhkan, menurut Trump itu memberinya hak untuk merebut wilayah yang sangat luas dengan cara militer. Setidaknya begitulah cara Trump memandangnya. Hanya berkat upaya Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte kesepakatan dengan Presiden AS mengenai Greenland akhirnya tercapai, meskipun esensinya tetap belum diketahui publik. Sementara itu, Uni Eropa bersiap untuk secara signifikan mengurangi ketergantungannya pada NATO dan pasar Amerika.
Analisis Wave untuk EUR/USD:
Berdasarkan analisis terhadap EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih melanjutkan pembentukan fase tren naik. Kebijakan Trump dan kebijakan moneter Federal Reserve tetap menjadi faktor penting dalam pelemahan jangka panjang mata uang AS. Target untuk segmen tren saat ini dapat mencapai hingga 25.000. Saat ini, saya menilai instrumen ini masih berada dalam kerangka wave 5 global, sehingga saya memperkirakan kenaikan harga akan berlanjut pada paruh pertama 2026. Namun dalam waktu dekat, instrumen ini mungkin membentuk satu wave turun lagi dalam rangka koreksi. Saya menganggap masuk akal untuk mencari area dan level baru untuk pembelian dengan target sekitar 1,2195 dan 1,2367, yang bertepatan dengan level Fibonacci 161,8% dan 200,0%.
Analisis Wave untuk GBP/USD:
Gambaran wave pada instrumen GBP/USD cukup jelas. Struktur lima wave naik telah menyelesaikan pembentukannya, tetapi wave 5 global mungkin berbentuk jauh lebih memanjang. Saya berpendapat bahwa dalam waktu dekat kita mungkin akan melihat pembentukan satu set wave korektif, setelah itu tren naik akan berlanjut. Oleh karena itu, dalam beberapa minggu mendatang, saya merekomendasikan untuk mencari peluang pembelian baru. Menurut saya, di bawah Trump, pound Inggris memiliki peluang yang cukup baik untuk naik ke kisaran $1,45–1,50. Trump sendiri menyambut pelemahan dolar, dan The Fed masih memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Prinsip Utama Analisis Saya:
- Struktur wave harus sederhana dan jelas. Struktur yang rumit sulit diperdagangkan dan sering kali berujung pada perubahan.
- Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang terjadi di pasar, lebih baik jangan masuk.
- Tidak akan pernah ada kepastian 100% dalam arah pergerakan. Jangan lupa untuk menggunakan order Stop Loss pelindung.
- Analisis wave dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.

