Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Yen berjalan di atas es yang tipis

parent
Analisis Forex:::2026-02-20T12:06:35

Yen berjalan di atas es yang tipis

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), yang didorong oleh keengganan The Fed untuk memangkas suku bunga, ditambah dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, telah memaksa kubu bearish USD/JPY untuk mundur. Yen kesulitan berperan sebagai mata uang safe haven ketika harga minyak terus merangkak naik. Sebagai negara pengimpor minyak bersih, Jepang terdampak negatif oleh lonjakan harga Brent dan WTI, yang memberi beban berat pada perekonomiannya.

Bagi kubu bullish USD/JPY, jeda yang panjang dalam siklus kebijakan moneter justru menguntungkan. Risalah rapat FOMC bulan Januari mengindikasikan bahwa The Fed tidak terburu-buru memangkas suku bunga dan masih memerlukan bukti penurunan inflasi yang lebih lanjut. Regulator menilai risiko pelemahan pasar tenaga kerja AS telah berkurang.

Dinamika inflasi inti Jepang

Yen berjalan di atas es yang tipis

Bank of Japan juga tidak terburu-buru menaikkan suku bunga, terutama setelah harga konsumen turun menjadi 1,5% pada Januari, menandai level terendah sejak Maret 2022, sementara itu inflasi inti merosot ke level terendah dua tahun di 2%. Dengan tren disinflasi yang sedang berlangsung, hampir tidak ada alasan untuk memperketat kebijakan moneter.

Selama biaya pinjaman di AS dan Jepang tetap berada di level saat ini setidaknya hingga Juni, selisih suku bunga yang lebar sekitar 300 bps kemungkinan akan mendorong yen untuk digunakan sebagai mata uang pendanaan dalam carry trade. Dolar, sebagai mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, akan menarik arus masuk modal, sehingga mendorong USD/JPY naik.

Terutama jika Jepang tidak dapat mengandalkan repatriasi modal sebagai faktor pendukung. Retorika berdamai Perdana Menteri Sanae Takaichi terhadap pasar telah membuat pelaku pasar percaya pada stabilitas politik. Ia berjanji tidak akan menjalankan kebijakan yang sembrono dan bahwa pemerintah akan memastikan pertumbuhan utang sejalan dengan pertumbuhan PDB, sehingga menjamin stabilitas keuangan.

Namun, para investor menyadari bahwa Partai Liberal Demokrat sedang berjalan di atas garis tipis. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan stimulus fiskal berskala besar. Keyakinan terhadap stimulus ini membantu aktivitas bisnis Jepang tumbuh secara stabil.

Dinamika PMI Jepang

Yen berjalan di atas es yang tipis

PMI manufaktur telah melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, sementara PMI jasa mencapai puncak tertinggi dalam 22 bulan. Perusahaan sangat berharap akan adanya langkah stimulus berskala besar, tetapi mereka khawatir bahwa Takaichi dapat mengecewakan mereka.

Yen berjalan di atas es yang tipis

Pelaku pasar masih ragu jalur mana yang layak dipercaya — disiplin kebijakan fiskal Takaichi atau potensi kebijakannya yang longgar. Dalam skenario kedua, "Takaichi trade" berpeluang muncul, yang dapat mendorong pelemahan yen terhadap mata uang utama lainnya. Para investor menunggu petunjuk dari pidato Takaichi yang akan datang di parlemen.

Secara teknikal, pola Double Bottom telah terbentuk pada grafik harian USD/JPY, yang mengisyaratkan bahwa fase koreksi mungkin telah berakhir. Tembusnya level resisteance di 155,45 akan menjadi sinyal untuk membuka posisi beli. Sebaliknya, pembalikan arah dari level tersebut akan memberikan dasar yang kuat untuk menjual dolar AS terhadap yen Jepang.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...