Analisis Trading dan Tips untuk Trading Yen Jepang
Uji level 156.04 terjadi ketika indikator MACD baru mulai bergerak naik dari garis nol, mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk membeli dolar. Hasilnya, pasangan tersebut naik 15 poin.
Sepertinya suasana pasar sedikit lebih stabil setelah Hajime Takata, anggota paling agresif di Dewan Bank of Japan, mendorong kenaikan suku bunga acuan hari ini, yang memberikan penguatan penting bagi yen. Jika tidak ada sinyal baru dari Bank of Japan, seperti yang terjadi kemarin, tekanan terhadap yen mungkin dengan cepat muncul kembali saat sesi perdagangan di AS dimulai.
Data dari pasar tenaga kerja AS dapat berperan dalam hal ini. Angka pengajuan klaim tunjangan pengangguran adalah indikator kunci untuk kondisi dan pergerakan tenaga kerja di AS. Penurunan jumlah klaim pengangguran akan menjadi petunjuk bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, yang dapat mendorong kenaikan pada pasangan mata uang USD/JPY. Selain itu, acara penting lainnya adalah pidato publik dari anggota FOMC, Michelle Bowman. Jika Bowman mengungkapkan kehati-hatian tentang kemungkinan pemotongan suku bunga, ini dapat diartikan sebagai tanda bahwa The Fed bersedia untuk mempertahankan kebijakan saat ini lebih lama, yang bisa memicu pembelian dolar baru terhadap yen Jepang.
Untuk strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.

Sinyal Beli
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY ketika harga mencapai titik masuk di sekitar 156.19 (garis hijau pada grafik), dengan target di 156.51 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 156.51, saya akan menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan berlawanan sekitar 30–35 poin dari level tersebut). Kenaikan pasangan ini hari ini dapat diharapkan setelah nada hawkish dari Fed. Penting: Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik dari sana.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada level 155.93 ketika indikator MACD berada di area jenuh jual (oversold). Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan memicu pembalikan naik di pasar. Kenaikan menuju level berlawanan di 156.19 dan 156.51 dapat diantisipasi.
Sinyal Jual
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY setelah terjadi tembusan (breakout) ke bawah level 155.93 (garis merah pada grafik), yang dapat memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah 155.46, di mana saya berencana menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan berlawanan sekitar 20–25 poin dari level tersebut). Tekanan pada pasangan akan kembali jika laporan yang dirilis lemah. Penting: Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai turun dari sana.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada level 156.19 ketika indikator MACD berada di area jenuh beli (overbought). Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan memicu pembalikan turun di pasar. Penurunan menuju level berlawanan di 155.93 dan 155.46 dapat diantisipasi.

Penjelasan Grafik:
- Garis hijau tipis – harga masuk untuk membeli instrumen trading
- Garis hijau tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena pertumbuhan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadi
- Garis merah tipis – harga masuk untuk menjual instrumen trading
- Garis merah tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena penurunan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadi
- Indikator MACD – saat memasuki pasar, penting untuk memantau zona overbought dan oversold
Penting: Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati saat memutuskan untuk masuk ke pasar. Sebaiknya hindari pasar menjelang laporan fundamental utama untuk menghindari terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading selama rilis berita, selalu pasang perintah stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa itu, Anda bisa kehilangan seluruh deposit Anda dengan sangat cepat—terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang dan trading dalam volume besar.
Dan ingat: trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Membuat keputusan spontan berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday sejak awal.