Hari ini, euro dan dolar Kanada berkinerja baik dengan menggunakan strategi Mean Reversion. Dengan strategi Momentum, saya hanya memperdagangkan yen Jepang.

Inflasi di Jerman pada bulan Februari tetap tidak berubah di level 0,2%, sejalan dengan prediksi para ekonom, yang mungkin sebagian meningkatkan tekanan terhadap euro. Namun, meningkatnya ketegangan di kawasan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran secara tradisional mendorong para investor untuk menghindari aset lebih berisiko, yang biasanya juga mencakup mata uang Eropa. Di samping faktor geopolitik, kondisi ekonomi internal juga tidak boleh diabaikan. Meskipun angka inflasi stabil, sejumlah indikator lain dapat menunjukkan adanya risiko tersembunyi bagi perekonomian Eropa. Perlambatan pertumbuhan produksi industri di Jerman saja sudah berbicara banyak.

Selanjutnya, perhatian para trader akan beralih ke Amerika Serikat, dengan rilis sejumlah data makroekonomi penting. Fokus utama pada kalender ekonomi akan tertuju pada laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Februari, serta CPI inti, yang mengecualikan komponen bergejolak seperti harga pangan dan energi. Indikator-indikator ini sangat penting untuk menilai tren inflasi di ekonomi terbesar dunia dan, pada akhirnya, untuk membentuk ekspektasi terkait langkah The Federal Reserve berikutnya.
Publikasi data CPI biasanya memicu peningkatan volatilitas pasar. Inflasi yang naik di atas prediksi dapat memperkuat kekhawatiran akan periode suku bunga tinggi dari The Fed yang lebih panjang, sehingga pada akhirnya akan memberikan tekanan pada aset berisiko. Namun, bahkan jika data menunjukkan perlambatan tekanan inflasi, hal tersebut kecil kemungkinan akan menjadi sinyal pemangkasan suku bunga lanjutan, karena inflasi diperkirakan akan kembali meningkat pada akhir Maret.
Perhatian tambahan dari para investor juga akan tertuju pada pidato anggota Federal Open Market Committee (FOMC), Michelle Bowman, yang diperkirakan akan memberikan komentar mengenai inflasi, suku bunga, dan situasi di Timur Tengah.
Jika statistiknya kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika pasar tidak merespons data tersebut, saya akan tetap menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari
Untuk EUR/USD
- Pembelian saat terjadi breakout di atas 1,1612, yang dapat memicu penguatan menuju 1,1645 dan 1,1689.
- Penjualan saat terjadi breakout di bawah 1,1580, yang dapat memicu pelemahan menuju 1,1550 dan 1,1510.
Untuk GBP/USD
- Pembelian saat terjadi breakout di atas 1,3435, yang dapat memicu penguatan menuju 1,3477 dan 1,3515.
- Penjualan saat terjadi breakout di bawah 1,3405, yang dapat memicu pelemahan menuju 1,3374 dan 1,3340.
Untuk USD/JPY
- Pembelian saat terjadi breakout di atas 158,53, yang dapat memicu penguatan menuju 158,83 dan 159,20.
- Penjualan saat terjadi breakout di bawah 158,28, yang dapat memicu pelemahan menuju 157,93 dan 157,69.
Strategi Mean Reversion (Reversal) untuk Paruh Kedua Hari

Untuk EUR/USD
- Jual setelah upaya breakout di atas 1,1630 gagal, diikuti dengan pergerakan kembali ke bawah level ini.
- Beli setelah upaya breakout di bawah 1,1575 gagal, diikuti dengan pergerakan kembali ke atas level ini.

Untuk GBP/USD
- Jual setelah upaya breakout di atas 1,3447 gagal, kemudian harga kembali turun di bawah level ini.
- Beli setelah upaya breakout di bawah 1,3388 gagal, kemudian harga kembali naik di atas level ini.

Untuk AUD/USD
- Jual setelah upaya breakout di atas 0,7179 gagal, diikuti dengan kembali turun di bawah level ini.
- Beli setelah upaya breakout di bawah 0,7145 gagal, diikuti dengan kembali naik di atas level ini.

Untuk USD/CAD
- Jual setelah breakout di atas 1,3580 gagal, diikuti dengan kembalinya harga ke bawah level ini.
- Beli setelah breakout di bawah 1,3555 gagal, diikuti dengan kembalinya harga ke atas level ini.