
Lihat juga: indikator trading InstaForex untuk AUD/NZD
Terlepas dari koreksi selama dua minggu, pasangan AUD/NZD menutup Maret 2026 dengan kenaikan yang meyakinkan, terkonsolidasi di kisaran 1,1940–1,1950 pada awal sesi perdagangan AS hari Kamis setelah menyentuh level tertinggi 13 tahun pekan lalu di 1,2140. Dolar Australia terus mendominasi dolar New Zealand di tengah perbedaan kebijakan moneter yang sangat tajam antara kedua bank sentral, yang diperkuat oleh gejolak geopolitik dan krisis energi.

Faktor kunci: perbedaan kebijakan moneter
Reserve Bank of Australia tetap menjadi satu-satunya bank sentral G10 yang masih melanjutkan siklus kenaikan suku bunga. Pada bulan Februari, RBA menaikkan official cash rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%, sambil tetap membuka peluang untuk pengetatan lebih lanjut. Pekan lalu, berbeda dengan bank-bank sentral lainnya, RBA kembali menaikkan suku bunga, menegaskan komitmennya untuk memerangi inflasi.
Wakil Gubernur Christopher Kent memperingatkan pada hari Kamis bahwa perang di Iran memperketat kondisi keuangan dan meningkatkan risiko spiral inflasi. Para pembuat kebijakan harus mengekang inflasi di tengah kenaikan harga energi.
Pasar bereaksi seketika: probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Mei naik menjadi 65%, dan pada akhir tahun, suku bunga kebijakan diperkirakan akan mencapai 4,75%. Sejumlah ekonom memperkirakan inflasi di Australia dapat menyentuh 5% pada kuartal kedua.
Berlawanan dengan sikap hawkish RBA, Reserve Bank of New Zealand mengambil posisi yang lebih berhati-hati. Meskipun pasar sudah memprediksi kenaikan suku bunga pada paruh kedua 2026, lintasan futures tetap jauh lebih landai dibandingkan Australia. Proyeksi pertumbuhan New Zealand telah direvisi turun, dan jalur inflasi yang diantisipasi kembali menuju level target dengan lebih cepat.
Gubernur RBNZ Anna Breman menekankan ketidakpastian global, dengan menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan baik kenaikan maupun pemangkasan suku bunga. Para ekonom mengingatkan bahwa NZD tidak bisa diperlakukan sebagai alternatif sederhana bagi AUD — potensi kenaikan nilai mata uang New Zealand terbatas.
Faktor geopolitik: krisis energi
Konflik di Timur Tengah, yang kini memasuki minggu keempat, terus mendominasi sentimen pasar. Selat Hormuz pada praktiknya masih terblokade, dan Iran menolak rencana perdamaian 15 poin dari AS, sambil mengajukan tuntutan sendiri, termasuk penguasaan atas selat tersebut dan penutupan pangkalan AS di kawasan itu. Harga minyak WTI kembali naik menembus $92 per barel.
Perbedaan utama antara dua ekonomi — Australia dan New Zealand — adalah posisi mereka dalam neraca energi. Australia, sebagai pengekspor utama liquefied natural gas (LNG) dan batu bara, memperoleh manfaat langsung dari kenaikan harga energi. Status Australia sebagai pengekspor bersih energi melindungi persyaratan perdagangannya di tengah krisis saat ini. Ini menjadi penopang fundamental bagi AUD.
New Zealand, sebaliknya, tetap bergantung pada produk minyak bumi impor. Kenaikan biaya bahan bakar langsung membebani konsumen dan dunia usaha, sehingga meningkatkan risiko stagflasi.
Kesimpulan
Dengan demikian, kerentanan struktural New Zealand dan sikap RBNZ yang lebih berhati-hati akan membatasi apresiasi NZD. Pada saat yang sama, seperti telah disebutkan di atas, inflasi Australia dapat mencapai 5% pada kuartal II, yang memperkuat argumen bagi pengetatan lebih lanjut oleh RBA. Hal ini menciptakan momentum tambahan bagi apresiasi AUD.

AUD/NZD berada di pusat sebuah perbedaan fundamental yang jarang terjadi di pasar FX. RBA terus melanjutkan siklus pengetatannya, sementara RBNZ tetap berada di posisi menunggu. Krisis energi yang disebabkan oleh blokade Selat Hormuz menguntungkan Australia sebagai negara pengekspor bersih, sekaligus melemahkan Selandia Baru yang bergantung pada impor.

Zona kunci 1,1909 (EMA200 pada grafik 4 jam)–1,2003 (EMA200 pada grafik 1 jam) bisa menjadi area pertarungan penentu untuk sisa pekan ini. Bertahan di atas 1,2010 dan menembus level tertinggi 13 tahun di 1,2140 akan membuka jalan menuju 1,2180–1,2200. Penembusan di bawah 1,1890 dapat memicu koreksi ke 1,1840 (EMA50 pada grafik harian)–1,1800, namun secara keseluruhan struktur tetap bullish.
Dalam skenario apa pun, volatilitas akan tetap tinggi. Para investor perlu memantau secara cermat perkembangan kontak diplomatik di sekitar Selat Hormuz, dan yang paling penting, retorika RBA mengenai prospek suku bunga. Keberhasilan akan berpihak pada mereka yang mampu menilai ketahanan divergensi struktural di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut.