Hari ini, hanya dolar Australia yang diperdagangkan menggunakan strategi Mean Reversion. Saya memperdagangkan euro dan pound Inggris dengan menggunakan strategi Momentum, tetapi tidak ada pergerakan arah yang signifikan pada kedua pasangan tersebut.
Data yang solid terkait dengan pemberian kredit pemilikan rumah di Inggris telah memperkuat pound di awal hari ini. Indikator ekonomi yang menggembirakan, mencerminkan pemulihan dalam permintaan konsumen serta sektor konstruksi, menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap ekonomi Inggris. Kenaikan dalam kredit pemilikan rumah, khususnya, menandakan adanya aktivitas di pasar properti—terutama di tengah suku bunga yang tinggi. Ini tidak hanya memberikan dorongan bagi sektor konstruksi tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa situasi saat ini hanya mencerminkan sebagian kecil dari keseluruhan, dan pergerakan pound di masa depan akan tergantung pada berbagai faktor lain, termasuk keputusan suku bunga Bank of England, perkembangan di pasar internasional, serta peristiwa-peristiwa geopolitik.
Pada paruh kedua hari ini, diprediksi akan berlangsung tenang: tidak ada data statistik dari AS yang direncanakan untuk dirilis. Dengan demikian, fokus pasar sepenuhnya akan tertuju pada pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell serta anggota FOMC John Williams. Pernyataan mereka dapat memengaruhi arah pergerakan pasar yang akan datang. Dalam konteks inflasi yang tinggi dan diskusi yang berkelanjutan mengenai prospek kebijakan suku bunga, setiap sinyal pengetatan dari The Fed bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi dolar AS.
Apabila Powell dan Williams menunjukkan sikap tegas dalam menangani tekanan harga, menegaskan pentingnya mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih panjang, atau bahkan mengisyaratkan kemungkinan peningkatan suku bunga, hal ini berpotensi menjadi pemicu bagi penguatan dolar AS selanjutnya.
Jika datanya menggembirakan, saya akan menerapkan strategi Momentum. Jika pasar tidak bereaksi terhadap data tersebut, saya akan tetap menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari:
EUR/USD
- Beli saat terjadi breakout di atas 1.1505, dengan target 1.1525 dan 1.1555;
- Jual saat terjadi breakout di bawah 1.1485, dengan target 1.1445 dan 1.1414;
GBP/USD
- Beli saat terjadi breakout di atas 1.3250, dengan target 1.3280 dan 1.3310;
- Jual saat terjadi breakout di bawah 1.3225, dengan target 1.3200 dan 1.3175;
USD/JPY
- Beli saat terjadi breakout di atas 159.75, dengan target 159.95 dan 160.20;
- Jual saat terjadi breakout di bawah 159.50, dengan target 159.30 dan 159.10;
Strategi Mean Reversion (Pullback) untuk Paruh Kedua Hari:
EUR/USD
- Cari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1.1513, pada pullback turun kembali ke bawah level ini;
- Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1.1473, pada pullback naik kembali ke atas level ini;
GBP/USD
- Cari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1.3266, pada pullback turun kembali ke bawah level ini;
- Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1.3215, pada pullback naik kembali ke atas level ini;
AUD/USD
- Cari peluang jual setelah breakout gagal di atas 0.6885, pada pullback turun kembali ke bawah level ini;
- Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 0.6839, pada pullback naik kembali ke atas level ini;
USD/CAD
- Cari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1.3929, pada pullback turun kembali ke bawah level ini;
- Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1.3896, pada pullback naik kembali ke atas level ini.