Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ GBP/USD. Smart Money. Pound Kekurangan Dukungan

parent
Analisis Forex:::2026-04-07T18:47:29

GBP/USD. Smart Money. Pound Kekurangan Dukungan

Pada hari Senin, pasangan GBP/USD kembali melanjutkan pergerakan naiknya. Pekan lalu, harga memantul dari imbalance 17 sehingga membentuk sinyal jual. Namun, sebelumnya sudah terbentuk sinyal beli yang lebih kuat dalam bentuk pola "Three Drives Pattern", dan tren masih tetap bullish. Selain itu, hari ini juga berpotensi terbentuk sinyal bullish untuk euro, yang bisa berdampak positif bagi pihak yang mengambil posisi beli pada pound. Gambaran pada chart saat ini tampak saling bertentangan, sebagaimana banyak peristiwa dan faktor lainnya.

Pada hari Jumat, rilis Nonfarm Payrolls dan data pengangguran diperkirakan akan memicu serangan bearish baru—namun hal itu tidak terjadi. Pada hari Senin, Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menghancurkan Iran pada hari Selasa jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Sekali lagi, dolar tidak menunjukkan penguatan. ISM Services PMI di AS juga diabaikan pasar. Situasinya tidak jelas, dan para trader memilih menunggu sambil menahan diri menjelang guncangan informasi berikutnya.

GBP/USD. Smart Money. Pound Kekurangan Dukungan

Washington belakangan ini menunjukkan keinginan untuk mengakhiri perang—namun dengan syaratnya sendiri. Iran, pada gilirannya, juga bersedia mengakhirinya dengan syaratnya sendiri. Kemungkinan karena Iran masih belum siap menerima ultimatum Washington, kita menyaksikan retorika marah Trump setiap hari. Para trader secara bergantian bereaksi terhadap perbaikan dan memburuknya latar belakang geopolitik. Namun, untuk menghasilkan penguatan yang lebih kuat baik pada pound maupun dolar, dibutuhkan bukti nyata terjadinya deeskalasi atau eskalasi—bukan sekadar kata-kata.

Probabilitas penurunan pada kedua pasangan mata uang tersebut masih cukup tinggi, dan semua pembahasan tentang potensi serangan bullish pada tahap ini masih sebatas asumsi tanpa konfirmasi atau fakta. Dalam waktu yang sama, saya kembali ingin menyoroti pola penting dan relatif jarang, yaitu "Three Drives Pattern," yang ditandai dengan segitiga pada grafik. Pola ini terdiri atas tiga ayunan berturut-turut, masing-masing sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dari sebelumnya. Dalam kasus ini, pola tersebut memberi sinyal berakhirnya impuls bearish. Dengan demikian, analisis teknikal menunjukkan peluang yang cukup baik bagi pergerakan bullish, tetapi pihak bullish sangat membutuhkan dukungan dari faktor geopolitik.

Selama tren bullish masih terjaga (di atas level 1.3012), saya akan lebih berfokus pada sinyal-sinyal bullish. Namun, saat ini belum ada pola atau sinyal bullish, dan perkembangan geopolitik sewaktu-waktu dapat menekan pound sterling.

Latar belakang berita pada hari Selasa tergolong lemah. Donald Trump kembali mengancam Iran dengan penghancuran total jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali hingga malam 7 April, sementara AS merilis laporan pesanan barang tahan lama (durable goods orders). Tak satu pun dari kedua peristiwa ini memberi kesan berarti bagi para trader.

Di AS, latar belakang fundamental secara keseluruhan masih sedemikian rupa sehingga dalam jangka panjang sulit mengharapkan selain pelemahan dolar. Bahkan konflik antara Iran dan AS pun tidak banyak mengubah keadaan. Situasi dolar AS tetap cukup menantang dalam jangka panjang dan hanya terlihat positif dalam jangka pendek. Pasar tenaga kerja terus melemah, perekonomian semakin mendekati resesi, dan Federal Reserve—berbeda dengan ECB dan Bank of England—tidak berencana melakukan pengetatan kebijakan moneter pada 2026. Di seluruh AS, gelombang besar keempat aksi protes terhadap Donald Trump sudah terjadi. Dari sudut pandang ekonomi, tidak ada alasan kuat bagi penguatan dolar.

Tren bearish membutuhkan latar belakang informasi positif yang kuat dan berkelanjutan bagi dolar, sesuatu yang sulit diharapkan di bawah kepemimpinan Donald Trump. Untuk sementara ini, geopolitik telah mendukung dolar selama lebih dari sebulan, namun dukungan ini pada akhirnya akan mulai memudar. Sulit untuk mengatakan kapan hal itu akan terjadi, sehingga tidak dapat dikesampingkan bahwa mata uang AS masih bisa terus menguat selama satu minggu, satu bulan, atau bahkan beberapa bulan lagi.

Kalender Ekonomi untuk AS dan Inggris:

  • AS – FOMC Minutes (18:00 UTC).

Pada 8 April, kalender ekonomi hanya memuat satu rilis sekunder. Dampak latar belakang berita terhadap sentimen pasar pada hari Rabu mungkin minimal. Para trader menunggu kabar dari ranah geopolitik.

Prakiraan dan Rekomendasi Trading GBP/USD:

Untuk pound, gambaran jangka panjang masih tetap bullish, tetapi saat ini belum ada pola bullish yang aktif. Penurunan pasangan ini dalam beberapa minggu terakhir begitu tajam akibat kombinasi keadaan yang tidak menguntungkan. Jika Donald Trump tidak memicu konflik di Timur Tengah, kemungkinan besar kita tidak akan menyaksikan penguatan dolar yang sedemikian kuat. Saya menilai penurunan ini bisa saja berakhir seketika sebagaimana awal terjadinya yang juga tak terduga. Namun, untuk saat ini, pergerakan bearish masih belum dapat dianggap selesai.

Dalam jangka pendek, para trader hanya dapat mengandalkan sinyal di dalam bearish imbalance 17. Sinyal ini sudah terbentuk, memberi peluang bagi trader untuk menjual pound dengan target di kisaran level 1.3000. Namun, sinyal ini bisa berbenturan dengan faktor geopolitik, potensi sinyal bullish pada euro, dan bahkan sudah berlawanan dengan pola bullish "Three Drives Pattern."

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...