Analisis EUR/USD 5M

Pasangan mata uang EUR/USD kembali menunjukkan peningkatan pada hari Kamis, meskipun arah pergerakan pasar sebenarnya cukup tidak jelas. Penting untuk dicatat bahwa gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel tidak bertahan lama. Menjelang sore Rabu, Israel menyerang Lebanon, Iran menyerang Bahrain dan Kuwait, dan AS juga menyerang fasilitas minyak di Iran. Di permukaan, situasi ini tampak ideal untuk dolar AS. Namun kali ini, pasar tampaknya mengabaikan eskalasi konflik di Timur Tengah. Penjelasan yang mungkin adalah pasar beranggapan bahwa perang ini bersifat sementara. Negosiasi antara Iran dan AS masih berjalan dan dianggap memiliki potensi keberhasilan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dolar terus menunjukkan pelemahan di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah, meskipun Selat Hormuz masih terkunci.
Juga penting untuk memperhatikan laporan estimasi ketiga GDP untuk kuartal keempat di AS. Sebelumnya, estimasi pertama menunjukkan angka 1,4%, kemudian diturunkan menjadi 0,7% pada estimasi kedua, dan kini hanya 0,5% untuk estimasi ketiga. Dengan demikian, perekonomian AS mengalami tiga kali perlambatan dalam kuartal yang sama. Tentu saja, laporan ini tidak membantu meningkatkan minat beli terhadap dolar, namun kami ragu bahwa data ini sepenuhnya mencerminkan tindakan para pelaku pasar. Hampir semua data makroekonomi dalam dua bulan terakhir diabaikan oleh pasar.
Pada kerangka waktu 5 menit di hari Kamis, hanya terdapat satu sinyal trading yang terbentuk. Selama sesi perdagangan Eropa, pasangan ini terpantul dari kisaran 1. 1657 hingga 1. 1666 dan kemudian terus bergerak naik sepanjang sisa hari. Akibatnya, trader yang melakukan pembelian berpeluang mendapatkan keuntungan sekitar 35 hingga 40 pip.
Laporan COT

Laporan COT terbaru bertanggal 31 Maret. Ilustrasi pada time frame mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa posisi neto pelaku pasar non-komersial tetap "bullish", tetapi menurun dengan cepat di tengah perkembangan geopolitik. Trader tengah melakukan aksi jual besar-besaran atas euro demi beralih ke dolar AS. Kebijakan Trump tidak berubah, tetapi dolar kembali berperan sebagai "mata uang cadangan", yang mendorong tingginya permintaan terhadapnya.
Kami masih belum melihat faktor fundamental yang mendukung penguatan euro. Namun, ada banyak faktor yang justru dapat memicu pelemahan dolar AS. Perang di Timur Tengah untuk sementara menjadikan dolar sangat menarik, tetapi setelah faktor ini memudar, semuanya bisa kembali ke kondisi sebelumnya. Dalam jangka panjang, euro bisa turun hingga menyentuh 1,06 (garis tren), namun tren kenaikan masih tetap relevan.
Posisi garis merah dan biru pada indikator masih menunjukkan terjaganya tren "bullish". Selama sepekan laporan terakhir, jumlah posisi long dalam kelompok "Non-commercial" naik 100, sementara jumlah posisi short meningkat 8.900. Alhasil, posisi neto berkurang lagi sebanyak 8.800 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD 1H

Pada grafik satu jam, pasangan mata uang EUR/USD telah memulai sebuah tren naik yang baru. Namun, situasi yang semakin tegang di Timur Tengah mungkin dapat mengubah fokus trading para investor, sehingga setiap kenaikan harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Dalam waktu dekat, kita perlu mengetahui apakah gencatan senjata akan tercapai, apakah ada kemungkinan negosiasi lanjutan antara pihak-pihak yang terlibat, serta seberapa besar kemungkinan keberhasilannya. Ini akan berpengaruh pada pergerakan pasangan EUR/USD.
Untuk tanggal 10 April, kami mengidentifikasi level-level utama untuk trading: 1,1234, 1,1274, 1,1362, 1,1426, 1,1542, 1,1615–1,1625, 1,1657–1,1666, 1,1750–1,1760, 1,1830–1,1837, serta garis Senkou Span B (1,1542) dan garis Kijun-sen (1,1614). Garis-garis indikator Ichimoku dapat berubah sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhatikan saat kita menentukan sinyal trading. Pastikan untuk menetapkan order stop-loss pada level impas jika harga bergerak sesuai harapan sejauh 15 pip. Ini akan membantu melindungi dari potensi kerugian jika sinyal tersebut ternyata tidak valid.
Pada hari Jumat, Jerman akan mengeluarkan estimasi kedua tentang inflasi bulan Maret, sementara AS akan merilis data inflasi bulan Maret dan indeks sentimen konsumen yang dikeluarkan oleh University of Michigan. Kami memperkirakan bahwa para trader mungkin hanya akan bereaksi terhadap data indeks harga konsumen dari AS, meskipun reaksi tersebut tidak bisa dipastikan. Isu geopolitik tetap menjadi salah satu perhatian utama bagi trader dalam hal kepentingannya.
Rekomendasi Trading:
Pada hari Jumat, trader dapat mempertimbangkan posisi jual jika harga memantul dari area 1,1750–1,1760, dengan target ke 1,1657–1,1666. Posisi beli dapat dipertahankan dengan target 1,1750–1,1760, karena harga telah memantul dari area 1,1657–1,1666.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:
- Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.
- Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.
- Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.
- Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.
- Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.