Analisis EUR/USD 5M

Pasangan mata uang EUR/USD terus menunjukkan kecenderungan untuk naik pada hari Selasa, dan pergerakan ini secara jelas tidak dipicu oleh kejadian makroekonomi atau faktor fundamental lokal. Bahkan, situasi ini juga tidak dipengaruhi oleh peristiwa geopolitik. Berita dari Timur Tengah dan Gedung Putih tampaknya tidak sejalan dengan ide "mengurangi ketegangan" dan "menyelesaikan konflik. " Khususnya, pada hari Senin, Donald Trump mengumumkan blokade yang diterapkannya terhadap Selat Hormuz, yang jelas merupakan perkembangan yang tidak menguntungkan. Namun, gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu masih tetap utuh, dan sejauh ini tidak ada pihak yang melanggarnya. Ada laporan bahwa negosiasi mungkin akan dilanjutkan minggu ini, yang merupakan tanda positif. Meskipun pembicaraan terkesan mandek, situasi ini masih lebih baik dibandingkan dengan pertempuran yang berkelanjutan. Kami berpendapat bahwa euro naik selama lebih dari satu minggu karena faktor geopolitik sudah tidak relevan. Kami telah mengingatkan berkali-kali bahwa dolar tidak akan bisa terus menguat hanya dengan satu faktor tunggal. Saat ini, tidak ada faktor pertumbuhan lain yang mendukung dolar.
Dari sudut pandang teknikal, tren naik masih tidak diragukan lagi. Sulit untuk memperkirakan berapa lama penguatan euro akan bertahan, namun saat ini trader memiliki acuan teknis untuk bereaksi terhadap perubahan dalam sentimen pasar. Jika konflik di Timur Tengah kembali memanas, dolar mungkin bisa menguat kembali, tetapi kami tetap berpendapat bahwa tren naik akan terus berlanjut pada tahun 2025 dalam kondisi apapun.
Dalam jangka waktu 5 menit kemarin, terdapat dua sinyal pembelian. Harga dua kali memantul dari kisaran 1,1750–1,1760, memberikan dua peluang bagi trader untuk membuka posisi long tepat di awal sesi perdagangan Eropa. Hingga penutupan hari, pasangan ini mengalami kenaikan sekitar setidaknya 25 pip, yang sebenarnya cukup mudah untuk dicapai.
Laporan COT

Laporan COT terbaru bertanggal 7 April. Ilustrasi untuk timeframe mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa net position dari pelaku pasar non-komersial masih tetap "bullish", tetapi turun dengan cepat di tengah perkembangan geopolitik. Para trader secara besar-besaran melepas euro dan beralih ke dolar AS. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, tetapi saat ini dolar berperan sebagai "mata uang cadangan" yang menjamin tingginya permintaan terhadapnya.
Kami tidak melihat faktor fundamental yang dapat menguatkan euro; sebaliknya, justru banyak faktor yang dapat melemahkan dolar. Perang di Timur Tengah untuk sementara membuat dolar sangat menarik, tetapi begitu "masa berlaku" faktor ini habis, semuanya kemungkinan akan kembali normal. Dalam jangka panjang, euro dapat turun ke 1,06 (garis tren), namun tren naiknya tetap terjaga. Saat ini, pasangan mata uang tersebut belum menyimpang jauh dari garis tren menurun, yang sebelumnya telah beberapa kali ditembus.
Posisi garis merah dan biru pada indikator menunjukkan adanya keseimbangan antara bulls dan bears. Selama minggu pelaporan terakhir, jumlah posisi long dalam kelompok "Non-commercial" bertambah 800, sementara jumlah posisi short meningkat 8.800. Dengan demikian, net position turun lagi sebanyak 8.000 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD 1H

Pada timeframe per jam, pasangan EUR/USD masih melanjutkan tren naik. Eskalasi baru di Timur Tengah bisa kembali menggeser prioritas para trader; oleh karena itu, setiap kenaikan pada pasangan ini sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Pada saat yang sama, situasi di Timur Tengah tetap stabil dalam ketegangan namun tidak memburuk, sehingga hanya ada sedikit alasan kuat bagi penguatan lebih lanjut dolar AS. Saat ini, tidak ada dasar teknikal untuk mengantisipasi penurunan.
Pada 15 April, kami mengidentifikasi level-level berikut untuk trading: 1,1362, 1,1426, 1,1542, 1,1615–1,1625, 1,1657–1,1666, 1,1750–1,1760, 1,1830–1,1837, 1,1907–1,1922, serta garis Senkou Span B (1,1583) dan garis Kijun-sen (1,1730). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergerak sepanjang hari, yang perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading. Jangan lupa untuk mengatur perintah Stop Loss ke titik impas jika harga telah bergerak 15 pip ke arah yang benar. Ini akan melindungi dari potensi kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Pada hari Rabu, laporan mengenai produksi industri akan dipublikasikan di Uni Eropa, dan Presiden ECB Christine Lagarde juga akan kembali menyampaikan pidato. Di AS, kalender kejadian praktis kosong.
Rekomendasi Trading:
Pada hari Rabu, trader dapat mempertimbangkan posisi jual jika harga memantul dari area 1,1830–1,1837, dengan target 1,1750–1,1760. Posisi beli dapat dipertahankan menuju target 1,1750–1,1760, karena harga telah memantul dari area 1,1657–1,1666. Posisi beli baru dapat dibuka jika terjadi konsolidasi di atas area 1,1830–1,1837.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:
- Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.
- Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.
- Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.
- Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.
- Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.