Harga minyak telah mereda. Bank-bank melaporkan laba yang sangat besar. Para CEO sibuk menjual narasi tentang kuatnya perekonomian AS. Kombinasi itu telah mendorong rally selama 10 hari di Nasdaq Composite dan lonjakan rekor dalam rentang waktu tersebut. Kenaikan S&P 500 lebih moderat — kenaikan sekitar 7% selama tujuh hari. Namun, AJ Bell berpendapat bahwa ini mungkin baru permulaan: dalam 30 tahun terakhir, hanya ada tiga kejadian ketika rally mingguan menghasilkan kenaikan 7% atau lebih, dan enam bulan kemudian, indeks yang lebih luas tersebut rata-rata masih naik lagi sebesar 19%.
Dinamika dan struktur pendapatan bank

Sebenarnya, rally ini terlihat janggal. Perbincangan AS–Iran telah runtuh, dan ekonomi Amerika tampak lebih lemah dibanding sebelum konflik. Sentimen konsumen AS turun ke rekor terendah, sementara ekspektasi inflasi satu tahun naik dari 3,8% menjadi 4,8% — level tertinggi sejak Donald Trump memperkenalkan tarif skala besar pada "Liberation Day."
Bank of America mencatat adanya perbedaan yang jelas antara ekspektasi makro dan harga ekuitas. Survei mereka menemukan bahwa manajer aset dan profesional lainnya memprakirakan pertumbuhan PDB yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat — kombinasi stagflasi yang biasanya berdampak negatif bagi ekuitas AS. Namun, ekuitas justru naik.
Kinerja indeks saham AS

Apakah ini kelelahan terhadap isu geopolitik? Atau keyakinan bahwa puncak konflik di Timur Tengah sudah terlewati? Rasanya seolah-olah sentimen bergerak lebih cepat daripada kenyataan. Tidak ada kesepakatan baru, tetapi S&P 500 bergerak seolah-olah satu kesepakatan sudah tercapai.
Faktanya, strategi AS tampaknya sedang bergeser secara konseptual. Jika dulu pengeboman merupakan tuas utama, kini penekanannya beralih ke tekanan ekonomi. Pemblokiran Selat Hormuz dimaksudkan untuk memangkas pendapatan minyak Iran dan membatasi pendanaan bagi militernya. Hal ini memberi kedua belah pihak insentif yang lebih kuat untuk kembali ke meja perundingan. Dilanjutkannya dialog sekarang lebih merupakan persoalan waktu.

Mendukung S&P 500 adalah kembali munculnya harapan untuk pemangkasan suku bunga federal pada 2026 jika situasi di Timur Tengah mereda. Dalam sepekan terakhir, probabilitas pelonggaran moneter yang diimplikasikan pasar naik dari 14% menjadi 34%. Peluang tersebut mungkin terus meningkat jika Kongres mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua The Fed.
Secara teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa S&P 500 sudah mencapai kedua target long yang telah ditetapkan sebelumnya di 6.890 dan 6.950. Support kunci kini berada di level pivot 6.905. Selama indeks acuan tersebut bertahan di atas level itu, preferensi sebaiknya tetap pada posisi long.