Pasangan GBP/USD telah naik sekitar 400 poin di tengah meningkatnya probabilitas gencatan senjata berkelanjutan antara Iran dan Amerika Serikat. Meskipun negosiasi di Islamabad gagal, pasar mengantisipasi putaran perbincangan baru dan jelas terdorong oleh penurunan harga minyak serta tidak adanya serangan rudal baru di Timur Tengah. Saya akan menyoroti dua alasan penguatan pound. Alasan pertama bersifat teknikal: pekan lalu terbentuk ketidakseimbangan bullish (No. 18), dan harga bereaksi kuat terhadap area tersebut pada Senin malam. Dengan kata lain, sinyal bullish muncul di dalam tren bullish. Alasan kedua bersifat geopolitik: pasar sudah punya cukup waktu untuk memasukkan skenario terburuk di Timur Tengah ke dalam harga. Setelah kegagalan perbincangan di Islamabad, tidak ada yang berubah secara fundamental — harga minyak tidak mencetak rekor tertinggi baru, tidak ada serangan rudal baru yang menargetkan Iran, dan Selat Hormuz tetap diblokade. Situasinya memang tidak membaik, tetapi juga tidak memburuk. Perlu diingat juga bahwa pola bearish terbaru gagal memicu pergerakan turun, sama halnya dengan penyapuan likuiditas bearish (ditandai dengan garis merah pada grafik).

Seperti disebutkan dalam analisis sebelumnya, sebuah pola penting dan relatif jarang, yaitu "Three Drives Pattern", telah terbentuk dan memicu pergerakan naik saat ini. Dengan demikian, para trader sudah menerima sinyal bullish sejak awal pergerakan, sementara tren tetap bullish sepanjang waktu. Saat ini, gencatan senjata masih rapuh, dan pihak-pihak terkait belum memutuskan apakah akan melanjutkan negosiasi atau kembali ke konflik bersenjata. Perbincangan berpeluang dilanjutkan minggu ini, yang merupakan faktor positif. Selat Hormuz berada di bawah blokade ganda, dan Selat Bab el-Mandeb berpotensi menghadapi pembatasan serupa, yang merupakan faktor negatif. Namun, hingga Kamis, situasi secara keseluruhan masih belum berubah. Situasi di Timur Tengah bisa memburuk lebih jauh—atau justru terus bergerak ke arah de-eskalasi.
Peluang penurunan pada kedua pasangan masih tetap ada. Pada saat yang sama, "Three Drives Pattern" (ditandai dengan segitiga pada grafik) memungkinkan kubu bullish mengambil kendali, yang sudah menjadi faktor positif yang kuat. Kemarin, reaksi kedua terhadap imbalance 16 terlihat, tetapi reaksi kedua biasanya lebih lemah dibandingkan yang pertama. Pasangan ini juga melakukan sweep liquidity di atas level tertinggi 26 Februari, dan kombinasi kedua faktor tersebut dapat memicu koreksi pullback. Dari bawah, satu-satunya pola bullish yang menonjol adalah imbalance 18, yang sudah menghasilkan reaksi. Imbalance 19 yang baru juga telah terbentuk, yang mungkin memunculkan sinyal beli baru hari ini atau besok. Jeda bullish saat ini mungkin sangat singkat—terutama jika muncul berita tentang dimulainya kembali negosiasi dan adanya kemajuan antara delegasi Iran dan AS.
Berita ekonomi pada hari Kamis memungkinkan kubu bullish melanjutkan pergerakannya, karena data PDB Inggris untuk Februari dirilis lebih kuat daripada prediksi, dan produksi industri juga melampaui ekspektasi. Namun, dua sinyal teknikal bearish memicu koreksi pullback. Sekali lagi, para trader cenderung mengabaikan data ekonomi tersebut.
Di Amerika Serikat, latar belakang informasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa, dalam jangka panjang, tidak banyak yang bisa diharapkan selain pelemahan dolar. Bahkan konflik antara Iran dan AS pun tidak banyak mengubah hal ini. Prospek jangka panjang untuk dolar tetap menantang: pasar tenaga kerja AS terus melemah, ekonomi semakin dekat dengan resesi, dan Federal Reserve—berbeda dengan ECB dan Bank of England—tidak diperkirakan akan mengetatkan kebijakan moneter pada 2026. Selain itu, gelombang keempat aksi protes besar terhadap Donald Trump telah berlangsung di seluruh negeri. Dari sudut pandang ekonomi, tampaknya tidak ada alasan kuat bagi apresiasi dolar.
Terbentuknya tren bearish yang berkelanjutan pada GBP/USD akan membutuhkan latar belakang positif yang kuat dan stabil bagi dolar AS, sesuatu yang sulit diharapkan dalam kondisi saat ini. Faktor geopolitik mendukung dolar selama dua bulan, tetapi dukungan ini kini mulai memudar. Meskipun tidak dapat dikesampingkan bahwa dolar mungkin kembali menguat karena faktor geopolitik, untuk saat ini tidak ada alasan jelas untuk mengharapkannya.
Kalender Berita untuk AS dan Inggris:
Pada 17 April, kalender ekonomi tidak memuat peristiwa penting. Latar belakang berita kecil kemungkinan akan memengaruhi sentimen pasar pada hari Jumat.
Prediksi dan Saran Trading GBP/USD:
Untuk pound, prospek jangka panjang tetap bullish. "Three Drives Pattern" memberikan sinyal potensi kenaikan, yang kemudian diikuti oleh imbalance bullish dan sinyal beli yang terkonfirmasi. Harga telah melakukan sweep liquidity terhadap swing bullish 10 Maret dan 23 Maret, serta swing 26 Februari, namun kubu bearish masih belum berhasil mengambil alih kendali—ini menjadi faktor positif lain bagi pound.
Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, terlepas dari ketidakpastian geopolitik, saya memperkirakan pergerakan naik akan berlanjut. Euro juga kemungkinan akan terus menguat. Target untuk pound adalah level tertinggi 2026. Reaksi terhadap imbalance 16 dapat memicu koreksi pullback, sementara reaksi terhadap imbalance 18 dan 19 dapat memberikan peluang beli baru.