
Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan, meskipun menunjukkan sedikit ketahanan di bawah level $4700. Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut dan menjadi faktor utama yang menekan aset ini. Ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran—yang dipicu oleh blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dan konflik di Selat Hormuz—masih menjadi pendorong utama pasar. Tekanan tambahan datang dari menurunnya ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, yang mendukung penguatan dolar dan menekan harga logam mulia.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan sementara gencatan senjata dengan Iran hanya beberapa jam sebelum masa berlakunya habis. Meski demikian, pelaku pasar tetap skeptis terhadap prospek deeskalasi yang berkelanjutan, mengingat tidak adanya kemajuan berarti dalam negosiasi perdamaian dan terus meningkatnya eskalasi di Selat Hormuz.
Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut, sementara Iran bersikeras bahwa pencabutan blokade menjadi prasyarat untuk melanjutkan dialog. Selain itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melaporkan penyitaan dua kapal kontainer—insiden pertama sejak awal konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada Februari. Hal ini meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut dan mempertahankan tingginya ketidakpastian geopolitik, yang pada gilirannya mendukung dolar AS sebagai aset safe haven.
Pada saat yang sama, gangguan pasokan energi melalui jalur pelayaran yang sangat strategis ini terus menjaga harga minyak tetap tinggi, sehingga berkontribusi pada percepatan inflasi global. Pada gilirannya, hal ini memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral utama, termasuk Federal Reserve. Meskipun para pembuat kebijakan masih membuka kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, tekanan inflasi yang persisten dan aktivitas ekonomi yang tetap solid membuat standar untuk pelonggaran kebijakan menjadi lebih tinggi. Akibatnya, The Fed dapat mengambil sikap "wait and see", yang semakin mendukung dolar AS dan mendorong aliran keluar modal dari logam mulia.
Sentimen bearish untuk XAU/USD semakin menguat; namun, pelaku pasar disarankan menunggu terjadinya penembusan yang meyakinkan di bawah level $4700 sebelum membuka posisi jual baru. Oscillator pada grafik harian berada di wilayah negatif. Namun demikian, 200-day SMA belum berbalik turun, yang mengindikasikan bahwa sentimen bearish di pasar emas mungkin bersifat sementara.