
Pasangan mata uang GBP/USD berhasil pulih dari penurunan di awal pekan dan menunjukkan tanda-tanda penguatan pada hari Jumat. Lonjakan mata uang Inggris ini kemungkinan besar dipicu oleh ekspektasi optimistis terkait negosiasi antara Iran dan AS. Pada hari Jumat, muncul kabar bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, terbang ke Islamabad untuk melakukan perbincangan, sehingga para pelaku pasar menduga hal itu berkaitan dengan perundingan dengan AS. Namun, pada Sabtu pagi, pihak berwenang Iran secara resmi menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dengan AS yang akan dilakukan saat ini. Teheran tetap menuntut pembukaan kembali pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Donald Trump menolak usulan tersebut. Di saat yang sama, presiden AS itu kerap mengklaim bahwa ia menjalin kontak dengan pihak tertentu di Iran dan secara rutin menerima usulan-usulan baru yang dikatakannya selalu lebih baik dari sebelumnya, tetapi tetap belum memuaskan pihak AS. Perlu diingat, Trump sebelumnya menyatakan bahwa sebuah kesepakatan dengan Iran dapat segera ditandatangani, meskipun sejumlah pejabat AS lainnya berulang kali menegaskan bahwa belum ada kemajuan terkait isu-isu kunci.
Dengan demikian, memasuki pekan yang baru, pound sterling berpotensi melemah secepat kenaikan yang terjadi pada hari Jumat. Pasar mungkin secara tiba-tiba mengalihkan fokusnya kembali ke faktor fundamental dan indikator makroekonomi, karena perkembangan tersebut tidak bisa diabaikan selamanya. Namun, laporan-laporan penting dari Inggris sudah dirilis pekan lalu dan nyaris tidak memicu reaksi pasar. Rapat Bank of England akan berlangsung pekan ini, tetapi tidak diantisipasi adanya keputusan besar. Bahkan, dalam satu hari ke depan, rapat ketiga bank sentral utama akan digelar, sehingga secara teori volatilitas bisa meningkat tajam. Meskipun demikian, secara jujur, kami meragukan hal tersebut.
Dari sudut pandang teknikal, perhatian khusus perlu diberikan pada grafik harian. Koreksi turun terbaru dimulai setelah uji garis Senkou Span B pada grafik harian. Pada hari Jumat, pound sterling menunjukkan indikasi melanjutkan pergerakan naik, dan kami tidak menentang potensi kenaikan baru. Namun, garis Senkou Span B perlu ditembus agar ruang kenaikan dapat mengarah ke puncak harga tahun ini.
Perlu diingat bahwa bahkan pada Februari dan Maret, kami secara konsisten menyatakan bahwa tidak ada perubahan berarti dalam prospek mata uang AS. Memang, selama dua bulan berturut-turut, pasar secara agresif membeli dolar di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menjadikannya sarana lindung nilai bagi aset. Namun, selama tiga minggu terakhir, pasar tidak lagi menunjukkan minat terhadap dolar sebagai aset safe haven, karena kondisi terkini di Timur Tengah sudah tercermin dalam harga. Oleh karena itu, dalam jangka menengah, kami masih memperkirakan kenaikan bagi mata uang Inggris dan pelemahan bagi mata uang AS.
Pada hari Senin, kami memperkirakan pergerakan yang cenderung lesu, karena tidak ada agenda penting yang dijadwalkan pada hari itu, dan tidak terjadi perkembangan geopolitik signifikan selama akhir pekan.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama lima hari perdagangan terakhir sebesar 77 pip, yang dikategorikan "rata-rata" untuk pasangan mata uang ini. Pada hari Senin, 27 April, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam rentang yang dibatasi oleh 1,3454 dan 1,3608. Channel atas regresi linear mengarah ke bawah, yang menunjukkan tren bearish. Indikator CCI telah masuk ke area overbought dan membentuk divergensi bearish, yang lebih dulu memberi sinyal potensi koreksi turun.
Level Support Terdekat:
- S1 – 1,3489
- S2 – 1,3428
- S3 – 1,3367
Level Resistance Terdekat:
- R1 – 1,3550
- R2 – 1,3611
- R3 – 1,3672
Rekomendasi Trading:
Pasangan GBP/USD terus melanjutkan pemulihannya setelah dua "bulan geopolitik". Kebijakan Donald Trump akan terus memberi tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan dolar AS akan menguat pada 2026. Dengan demikian, posisi beli dengan target 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,3454 dan 1,3428 berdasarkan pertimbangan teknikal. Dalam beberapa minggu terakhir, mata uang Inggris telah mengalami pemulihan, sementara faktor geopolitik telah kehilangan pengaruhnya di pasar.
Penjelasan Ilustrasi:
Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, artinya tren sedang kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi "ruang gerak" pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan volatilitas saat ini;
Indikator CCI – ketika masuk ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250), artinya tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.