
Hari ini, Rabu, emas (XAU/USD) kembali menghadapi tekanan jual untuk hari ketiga berturut-turut. Ketidakpastian yang terus berlanjut terkait tahap kedua negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mendukung status dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dan menekan harga aset ini. Ekspektasi akan tercapainya penyelesaian diplomatik melemah setelah akhir pekan lalu, ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusan khususnya ke Pakistan. Selain itu, menurut laporan media, Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik dan memulihkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara pembahasan mengenai program nuklir ditunda.
Pada saat yang sama, volume pengiriman melalui jalur strategis ini turun signifikan di tengah pembatasan yang diberlakukan Iran, serta blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Bersamaan dengan kebuntuan berkepanjangan antara kedua negara, hal ini menopang harga minyak yang tinggi dan meningkatkan risiko inflasi. Dinamika seperti ini dapat memaksa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Meski demikian, pelaku pasar yang mengantisipasi penurunan harga logam mulia ini sebaiknya menahan diri dari tindakan agresif dan mengambil sikap menunggu menjelang keputusan FOMC yang diperkirakan akan diumumkan pada sesi perdagangan AS nanti. Fokus utama perlu diarahkan pada konferensi pers setelahnya, di mana komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell harus dianalisis secara saksama untuk mencari sinyal mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Ekspektasi terhadap langkah regulator berikutnya dapat memengaruhi pergerakan jangka pendek dolar AS secara signifikan dan, pada akhirnya, menentukan arah pergerakan harga emas.
Pada saat yang sama, latar belakang fundamental saat ini mengindikasikan kelanjutan tren menurun untuk pasangan XAU/USD, sehingga meningkatkan kemungkinan penurunan harga lebih lanjut. Dalam konteks ini, setiap upaya kenaikan korektif dapat dipandang sebagai peluang untuk membuka posisi jual dan kemungkinan besar akan bersifat terbatas secara durasi.
Dari sudut pandang teknikal, XAU/USD gagal bertahan di level bulat 4.600 dan menemukan support di 4.550 dalam perjalanannya menuju level bulat 4.500. Indikator osilator berada di zona negatif, menunjukkan lemahnya tekanan beli (bulls) dan mengisyaratkan bahwa jalur dengan hambatan paling kecil masih mengarah ke penurunan.