
Pasangan mata uang GBP/USD juga kembali melanjutkan kenaikan pada hari Rabu. Pelemahan dolar AS, seperti bisa diduga, dipicu oleh faktor geopolitik. Secara khusus, kembali muncul gelombang berita yang belum terverifikasi dan tidak resmi mengenai deeskalasi di Timur Tengah. Di antara pernyataan resmi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutkan bahwa fase aktif operasi militer di Iran telah berakhir. Namun, Donald Trump dua minggu lalu sudah mengatakan bahwa telah diraih kemenangan penuh atas Iran dan semua tujuan telah tercapai. Lalu untuk apa melanjutkan perang jika tujuannya sudah tercapai?
Reaksi pasar terutama digerakkan oleh dua faktor penting. Pertama, Washington menilai tidak perlu memberikan respons terhadap serangan rudal Iran terhadap kapal perusaknya. Peristiwa ini jelas menunjukkan siapa yang lebih membutuhkan kesepakatan dan penghentian perang. Kedua, muncul laporan yang menyebutkan bahwa Teheran dan Washington mungkin segera menandatangani... bukan, bukan perjanjian damai atau kesepakatan nuklir, melainkan sebuah "memorandum of understanding". Kita memahami bahwa yang dimaksud adalah dokumen resmi di level diplomatik tertinggi yang akan memengaruhi kehidupan jutaan orang di Timur Tengah. Tetapi tidakkah Anda tersenyum ketika membaca istilah "memorandum of understanding" itu?
Pada dasarnya, memorandum ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesediaan kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Faktanya, memorandum ini adalah sebuah pakta untuk melanjutkan perundingan. Tentu saja, ini jauh lebih baik daripada eskalasi baru, tetapi kami menahan diri untuk tidak terlalu optimistis mengenai gencatan senjata di Timur Tengah. Minyak mentah Brent anjlok tajam pada perdagangan Rabu, tetapi semua orang tahu bahwa besok Iran bisa saja kembali melancarkan serangan terhadap Israel atau UEA, atau Trump bisa mengajukan tuntutan baru kepada Teheran, dan Selat Hormuz akan tetap diblokade sementara pertempuran kembali berkobar. Sulit membayangkan perdamaian yang lebih "rapuh" dari ini.
Kendati demikian, seperti yang dapat diduga, permintaan terhadap dolar AS kembali menurun. Bukan hanya karena Iran dan AS dengan canggung sedang bergerak menuju kemungkinan tercapainya suatu kesepakatan yang rinciannya pun belum diketahui. Faktor geopolitik sudah mereda dan berada di latar belakang dalam beberapa pekan terakhir. Lalu faktor pertumbuhan apa yang masih tersisa bagi dolar AS? Tanpa perang di Timur Tengah, kita tidak akan pernah melihat pasangan GBP/USD turun 700 poin pada Februari–Maret. Trump berniat untuk terus melanjutkan perang dagang dalam satu bentuk atau lainnya; Federal Reserve mungkin mulai mengambil sikap yang lebih dovish mulai 15 Mei, perekonomian AS melambat, "zaman keemasan" belum juga tiba, protes nasional terhadap Trump sesekali meletus di Amerika, inflasi meningkat, pasar tenaga kerja menyusut, pengangguran naik, dan Trump sendiri membutuhkan dolar yang lemah. Atas dasar apa dolar diharapkan menguat jika bahkan faktor geopolitik pun sudah "berakhir"? Seperti sebelumnya, kami tetap memperkirakan hanya pelemahan pada mata uang AS di tahun 2026.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD dalam lima hari trading terakhir adalah 103 pip. Untuk pasangan GBP/USD, angka ini dianggap sebagai tingkat volatilitas "rata-rata". Oleh karena itu, pada hari Kamis, 7 Mei, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3479 dan 1,3685. Saluran regresi linear bagian atas telah mendatar, yang mengindikasikan perubahan tren menjadi tren naik. Indikator CCI telah memasuki area overbought dan membentuk divergensi "bearish", yang mengindikasikan koreksi turun yang kini sudah terselesaikan.
Level Support Terdekat:
S1 – 1,3550
S2 – 1,3489
S3 – 1,3428
Level Resistance Terdekat:
R1 – 1,3611
R2 – 1,3672
R3 – 1,3733
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD sedang mengalami pemulihan setelah dua bulan ketidakpastian geopolitik. Kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan mata uang AS akan menguat pada tahun 2026. Karena itu, posisi buy dengan target di 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi sell dapat dipertimbangkan dengan target di 1,3489 dan 1,3479 berdasarkan analisis teknikal. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Inggris telah mengalami pemulihan, dan pengaruh faktor geopolitik di pasar semakin berkurang.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
- Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu arah yang sama, hal itu menunjukkan tren yang kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20,0,diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading.
- Level Murray – level target untuk pergerakan dan koreksi.
- Level volatilitas (garis merah) – menunjukkan saluran harga yang kemungkinan akan ditempuh pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan metrik volatilitas saat ini.
- Indikator CCI – ketika memasuki area jenuh beli (di atas +250) atau oversold (di bawah -250), mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah yang berlawanan kemungkinan sudah mendekat.