Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Poundsterling Inggris: Risiko Politik dan Ketidakpastian Geopolitik

parent
Analisis Forex:::2026-05-11T23:08:17

Poundsterling Inggris: Risiko Politik dan Ketidakpastian Geopolitik

Minggu lalu, pound Inggris bergerak dengan volatilitas terbatas, diperdagangkan dalam rentang yang sempit. Tidak adanya berita ekonomi domestik yang signifikan mengalihkan fokus pasar ke hasil pemilihan lokal.

Kekalahan telak Partai Labour, yang kehilangan sekitar 1.500 kursi, telah menempatkan risiko politik sebagai perhatian utama. Tekanan terhadap pemimpin partai, Keir Starmer, semakin meningkat. Pasar mencermati dengan saksama setiap tanda munculnya penantang kepemimpinan yang serius atau potensi perubahan arah politik. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana respons pasar terhadap ketidakpastian politik ini: apakah pasar akan terus memandangnya sebagai faktor pendukung (melalui penutupan posisi short dan penurunan ekspektasi premi risiko) atau justru mulai memasukkan premi risiko yang lebih berkelanjutan ke dalam harga?

Poundsterling Inggris: Risiko Politik dan Ketidakpastian Geopolitik

Pertumbuhan ekonomi Inggris berada pada lintasan menurun: PDB tercatat 1% year-on-year atau 0,1% quarter-on-quarter. Pasar perumahan juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Angka PMI bulan April yang secara tak terduga tinggi menimbulkan tanda tanya. Ada keraguan atas keberlanjutan pertumbuhan ini, terutama jika mempertimbangkan biaya energi mendatang bagi perusahaan. Angka yang tinggi ini mungkin mencerminkan pesanan dalam kondisi panik menjelang kekurangan pasokan yang sudah diperkirakan.

Perkembangan situasi selanjutnya sangat bergantung pada harga energi dan situasi di Selat Hormuz. Jika Selat tersebut tetap tertutup selama beberapa minggu, Bank of England kemungkinan akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali, dan mungkin tiga kali tahun ini. Sikap Iran yang tidak berkompromi—menuntut kompensasi, pengakuan kontrol atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi—dikombinasikan dengan posisi Teheran yang dinilai tidak dapat diterima oleh Trump, membuat tingkat ketidakpastian tetap tinggi.

Terkait inflasi, situasinya mungkin berkembang dalam dua arah yang saling berlawanan. Sementara pasar bertaruh bahwa perjanjian damai pada akhirnya akan ditandatangani, jika hal itu tidak terjadi, inflasi, menurut prediksi NIESR, mungkin mencapai 5–6% pada akhir tahun dan terus meningkat pada 2027. Skenario ini sudah pasti akan menyeret ekonomi mana pun ke dalam depresi, karena inflasi naik bersamaan dengan merosotnya permintaan konsumen dan turunnya PDB. Saat ini, BoE mengacu pada Skenario B (lihat tinjauan sebelumnya), tetapi perkembangan peristiwa mulai bergerak ke arah skenario terburuk, di mana kekalahan Partai Buruh dalam pemilu hanyalah satu langkah lagi dalam rangkaian tersebut.

Posisi bersih short atas pound sterling Inggris meningkat sebesar $0,3 miliar selama minggu pelaporan menjadi -$5,4 miliar, dengan posisi spekulatif tetap bernada bearish, sementara harga terhitung terus menurun.

Poundsterling Inggris: Risiko Politik dan Ketidakpastian Geopolitik

Meski pound bertahan di kisaran level yang terlihat sebelum konflik di Timur Tengah, potensi berlanjutnya pertumbuhan tampaknya sudah mulai terbatas. Terobosan dalam negosiasi antara AS dan Iran dapat memicu lonjakan sentimen jangka pendek dan mendorong pound menembus level tertinggi terdekat di 1,3658. Namun, mengharapkan impuls bullish yang kuat bukanlah langkah yang bijak. Skenario yang lebih mungkin adalah bahwa level tertinggi saat ini sudah terbentuk, dan pasangan ini akan mulai berbalik turun menuju 1,3450/70. Pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh perkembangan situasi di Timur Tengah dan kemungkinan eskalasi krisis politik dalam negeri.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...