
West Texas Intermediate (WTI) telah memulihkan sebagian besar penurunan hari Rabu, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 21 April, didorong oleh ancaman eskalasi lebih lanjut konflik di Timur Tengah.
Menurut Reuters, pada Kamis dini hari Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap sebuah fasilitas militer Iran yang dinilai pejabat AS menimbulkan risiko bagi pasukan Amerika dan kapal-kapal niaga di Selat Hormuz. Selain itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengonfirmasi telah menyerang sebuah pangkalan udara Amerika sebagai balasan atas serangan baru-baru ini di dekat bandara Bandar Abbas, sambil menegaskan bahwa setiap aksi militer lanjutan oleh AS akan memicu respons yang lebih tegas. Perkembangan ini meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong minat terhadap harga minyak.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap ketentuan kesepakatan dengan Iran dan mengatakan bahwa ia tidak akan terburu-buru mencapai perjanjian. Hal ini melemahkan harapan akan penyelesaian diplomatik terhadap konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan tersebut. Di sisi lain, arus pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat strategis tetap terbatas akibat langkah-langkah pengawasan Iran dan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat. Selain itu, data yang dirilis oleh American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun untuk keenam minggu berturut-turut, yang turut menopang harga minyak.
Secara keseluruhan, faktor-faktor fundamental tampaknya membentuk kondisi yang menguntungkan bagi kubu bullish, sehingga memperkuat prospek positif jangka pendek untuk minyak. Namun, lonjakan permintaan terhadap dolar AS, yang biasanya menekan minat terhadap komoditas yang dihargakan dalam dolar, dapat membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.

Pada hari Kamis, untuk memanfaatkan peluang trading yang lebih baik, sebaiknya menunggu rilis indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dan laporan awal PDB AS untuk kuartal pertama, yang bisa memengaruhi pasar selama sesi Amerika Utara.
Dari perspektif teknikal, harga minyak menunjukkan ketahanan di bawah $87,00, dengan upaya untuk berkonsolidasi di atas level $89,50. Jika harga menembus di atas EMA 50 hari, pihak bull berpeluang untuk menguji level psikologis $94,00. Jika harga gagal bertahan di level $87,00, penurunan menuju SMA 100 hari berpotensi semakin cepat. Oscillator bernada negatif, mengindikasikan keunggulan bearish.