Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ GBP/USD – Analisis Smart Money: Trump Memperkirakan Kesepakatan Bisa Tercapai Secepat Pekan Depan

parent
Analisis Forex:::2026-06-02T18:09:39

GBP/USD – Analisis Smart Money: Trump Memperkirakan Kesepakatan Bisa Tercapai Secepat Pekan Depan

GBP/USD – Analisis Smart Money: Trump Memperkirakan Kesepakatan Bisa Tercapai Secepat Pekan Depan

GBP/USD turun ke Bullish Imbalance 18, bereaksi terhadap pola ini, membentuk pola candlestick Bullish Engulfing, lalu kembali ke Bearish Imbalance 19. Sejak saat itu, pasangan ini bergerak dalam rentang pola tersebut selama dua minggu tanpa menunjukkan niat untuk keluar. Tidak ada reaksi berarti dari Imbalance 19, yang berarti gambaran teknikal masih mendukung skenario bullish. Namun, pola ini belum benar-benar terkonfirmasi batal.

Hari ini, Donald Trump kembali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat ditandatangani dalam waktu sangat dekat, bahkan mungkin sudah pekan depan, tampaknya mengabaikan fakta bahwa dua minggu lalu perjanjian tersebut juga diperkirakan akan ditandatangani "dalam beberapa hari." Presiden AS tersebut juga tampaknya tidak menggubris pernyataan yang datang dari Teheran. Baik kemarin maupun hari ini, pejabat Iran menyatakan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat ditangguhkan karena berulangnya pelanggaran gencatan senjata dan dimulainya kembali aksi militer Israel terhadap Lebanon.

Apakah Iran akan bersedia melanjutkan kembali negosiasi masih belum jelas. Meskipun Trump berhasil membujuk Israel untuk tidak melancarkan serangan baru ke Lebanon, perlu dipahami bahwa ini jauh dari satu-satunya hambatan bagi penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran. Tuntutan kedua belah pihak—berdasarkan informasi terbatas yang beredar di media—masih bertolak belakang secara fundamental. Karena itu, saya cukup meragukan bahwa kesepakatan akan ditandatangani atau bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali pekan depan, atau bahkan dalam sebulan ke depan.

Secara keseluruhan, situasi terkait konflik di Timur Tengah berangsur membaik, namun pelaku pasar tetap khawatir bahwa perkembangan berikutnya bisa kembali mengarah pada eskalasi. Faktanya, pola ini terus berulang selama dua minggu terakhir. Pekan lalu, Amerika Serikat meluncurkan dua serangan rudal terhadap fasilitas Iran, sementara Iran membalas dengan serangan ke pangkalan AS di Kuwait. Pekan baru dimulai, dan situasinya kembali berulang. Satu-satunya harapan adalah negosiasi tidak benar-benar runtuh dan perjanjian—yang kabarnya sudah disusun dan disetujui—tidak dibatalkan. Namun belakangan ini, arus berita didominasi nada pesimistis, yang justru memperkuat prospek bagi pihak bearish.

Menurut pandangan saya, tren besarnya masih bullish meskipun pasangan ini sempat mencatat penurunan tajam di awal tahun. Gencatan senjata di Timur Tengah masih rapuh, tetapi tetap berlaku dan bisa diperpanjang lagi selama 60 hari. Pada saat yang sama, Selat Hormuz masih berada di bawah blokade ganda, isu nuklir belum terselesaikan, dan penilaian atas kemajuan negosiasi pada dasarnya hanya bertumpu pada pernyataan Donald Trump, yang terus mengulang pesan yang sama setiap pekan. Iran mempertahankan posisi yang sangat berbeda.

Situasi terus berayun antara perbaikan dan kemunduran. Untuk saat ini, pasar masih menyisakan sebagian kepercayaan bahwa suatu saat kesepakatan akan tercapai, namun kepercayaan ini tidak tanpa batas. Perkembangan terakhir di Selat Hormuz setidaknya berpotensi memperumit negosiasi di masa depan.

Dari sisi teknikal, gambaran tetap cukup sederhana. Bullish Imbalance 18 telah menghasilkan reaksi harga yang valid, sementara Bearish Imbalance 19 kemungkinan besar akan tereleminasi. Dengan demikian, struktur teknikal masih mendukung potensi kenaikan lanjutan pada pound. Tugas utama saat ini adalah memantau perkembangan geopolitik dengan cermat agar posisi long bisa ditutup tepat waktu jika negosiasi kembali menemui jalan buntu dan kerangka perjanjian tetap hanya sebatas disetujui namun belum juga ditandatangani.

Kalender ekonomi pada hari Selasa hanya memuat rilis JOLTS AS, yang sebagian besar diabaikan pasar. Kita masih melihat minat pelaku pasar yang terbatas terhadap rilis data ekonomi.

Di Amerika Serikat, latar belakang fundamental yang lebih luas masih belum memberikan dukungan yang kuat bagi apresiasi dolar yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Bahkan konflik yang melibatkan Iran pun sejauh ini belum banyak mengubah kondisi tersebut. Faktor geopolitik sempat mengingatkan investor akan status dolar sebagai aset lindung nilai (safe haven), tetapi prospek jangka panjang mata uang AS tetap menantang.

Pasar tenaga kerja AS terus melemah, ekonomi kian mendekati resesi, inflasi meningkat, dan Federal Reserve memiliki ruang yang sangat terbatas untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter pada 2026. Di samping itu, sejumlah aksi protes besar menentang Donald Trump telah berlangsung di berbagai penjuru negeri, sementara kemungkinan berakhirnya masa jabatan Jerome Powell juga berpotensi memperburuk prospek dolar jika Federal Open Market Committee mengambil sikap yang lebih dovish di bawah ketua baru seperti Kevin Warsh.

Dari sudut pandang ekonomi murni, saya hampir tidak melihat alasan kuat untuk mengharapkan penguatan dolar yang berkelanjutan. Faktor geopolitik tetap menjadi satu-satunya pendorong utama yang berpotensi menopang mata uang AS.

Kalender Ekonomi Amerika Serikat dan Inggris

  • Inggris – Services PMI (08:30 UTC).
  • Amerika Serikat – ADP Employment Change (12:15 UTC).
  • Amerika Serikat – ISM Services PMI (14:00 UTC).

Kalender ekonomi untuk 3 Juni memuat tiga rilis terjadwal, dua di antaranya dapat dianggap penting. Data ekonomi ini berpotensi memengaruhi sentimen pasar pada paruh kedua sesi perdagangan Rabu.

Perkiraan GBP/USD dan Rekomendasi Trading

Prospek jangka panjang untuk pound tetap bullish. Pola Three Drives menandai awal pergerakan naik, dan sejak itu terbentuk tiga pola bullish dan tiga sinyal trading bullish, yang semuanya memberikan peluang transaksi.

Saat ini, kubu bullish masih memegang inisiatif dan telah menghasilkan sinyal bullish baru di dalam Bullish Imbalance 18. Jika kondisi geopolitik membaik, tren naik berpeluang berlanjut. Target jangka panjang saya untuk pound tetap pada level tertinggi 2026 di 1,3867, sementara target terdekat berada di 1,3656.

Pada tahap ini, belum ada dasar yang kuat untuk mempertimbangkan tren bearish. Satu-satunya bearish imbalance berada di ambang invalidasi, dan belum muncul pola bearish baru.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...