Indeks dolar AS memasuki sesi perdagangan AS pada hari Rabu dengan tekanan moderat menjelang rilis PMI Jasa ISM hari ini (14.00 GMT) dan laporan ADP (12.15 GMT), tetapi secara umum masih mempertahankan posisi yang terbentuk di awal minggu ini. Eskalasi kembali di Selat Hormuz (termasuk serangan balasan terhadap pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain) sekali lagi memulihkan permintaan terhadap greenback sebagai mata uang utama berstatus safe haven. Faktor pendukung lain bagi dolar adalah data pasar tenaga kerja yang bernada hawkish (JOLTS), yang mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat.
Latar belakang fundamental: tiga faktor hawkish
Harapan akan terobosan diplomatik yang sempat melemahkan dolar pada awal minggu ini sepenuhnya terimbangi oleh gelombang baru eskalasi militer di Teluk Persia.
Perkembangan utama dalam 24 jam terakhir
- Serangan AS terhadap Iran. CENTCOM mengonfirmasi adanya "serangan bela diri" terhadap Pulau Qeshm milik Iran di Selat Hormuz.
- Respons Iran. Islamic Revolutionary Guard Corps menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain. Meskipun sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar roket dan drone, aksi serangan itu sendiri tetap menunjukkan peningkatan eskalasi.
- Krisis di Lebanon. Pertempuran antara Israel dan Hezbollah meningkat, memperluas area konflik.
Dinamika saling tuduh dan serangan ini, bersamaan dengan tidak adanya terobosan diplomatik, dengan cepat mengembalikan premi geopolitik ke dalam harga. Indeks dolar merespons dengan penguatan karena para investor kembali mencari perlindungan pada mata uang AS.
Selain faktor geopolitik, penyesuaian ulang ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed di tengah data pasar tenaga kerja yang kuat juga menjadi pendorong penguatan dolar.
Data JOLTS untuk April (Selasa):
- Lowongan pekerjaan melonjak menjadi 7,618 juta (konsensus 6,88 juta), level tertinggi sejak Mei 2024.
- Tingkat pembukaan lapangan kerja naik dari 4,2% menjadi 4,6%. Gubernur The Fed sekaligus anggota FOMC, Christopher Waller, sebelumnya menyebut 4,6% sebagai level kritis untuk memprediksi titik balik percepatan pengangguran.
Pasar bereaksi seketika. Menurut CME FedWatch tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember telah melampaui 50%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun ditutup di atas 4,05% dan imbal hasil tenor 10 tahun di atas 4,46%.
Selain data tersebut, pejabat Fed terus menyampaikan sinyal bernada hawkish. Presiden Cleveland Fed Loretta Mester mengatakan bank sentral berkomitmen kuat untuk mengembalikan inflasi ke 2% dan "mungkin perlu segera bertindak" jika tren inflasi tidak mereda.
Faktor | Dampak terhadap USDX | Komentar |
Eskalasi konflik (Iran) | Dukungan | Permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. |
Data JOLTS (7,618 juta) | Dukungan | Pasar tenaga kerja yang terlalu panas, ekspektasi hawkish yang lebih kuat |
Probabilitas kenaikan suku bunga Fed (lebih dari 50%) — | Dukungan | Ekspektasi pasar bergeser ke arah pengetatan. |
Komentar pejabat Fed | Dukungan | Retorika hawkish, sinyal kemungkinan aksi. |
Jeda dalam perundingan AS–Iran | Dukungan | Meningkatkan ketidakpastian dan permintaan terhadap dolar. |
Peristiwa kunci hari ini:
- 12.15 GMT — perubahan tenaga kerja ADP (Mei). Prediksi: +120 ribu (sebelumnya +109 ribu). Dampak yang diperkirakan: Data yang kuat akan menyebabkan dolar naik.
- 14.00 GMT — PMI Jasa ISM (Mei). Prediksi: 53,8 (sebelumnya 53,6). Dampak yang diperkirakan: Angka di atas prediksi akan mendukung dolar.
- 14.00 GMT — Indeks Ketenagakerjaan Layanan ISM. Prediksi: kemajuan. Dampak yang diperkirakan: Indikator utama pasar tenaga kerja yang penting.
- 14.00 GMT — Harga Layanan ISM yang Dibayarkan. Prediksi: naik ke 72,3. Dampak yang diperkirakan: Kenaikan akan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
- 18.00 GMT — rilis Fed Beige Book. Dampak yang diperkirakan: Informasi mengenai kondisi perekonomian.
Pemicu utama minggu ini tetap data nonfarm payrolls AS (Mei) pada hari Jumat. Prediksi berada di kisaran 85–95 ribu; angka yang lebih besar akan memperkuat dolar.
Analisis teknikal singkat

Secara teknikal, USDX sedang berkonsolidasi di atas beberapa level support penting: 99,09 (EMA 200 jam pada grafik 1 jam), 99,00 (level bulat dan EMA 200 hari pada grafik harian), 98,88 (EMA 200 jam pada grafik 4 jam). Indeks ini menghadapi resistance kuat di 99,25 (EMA 50 minggu), yang mencerminkan sinyal fundamental beragam.

Sinyal teknikal utama
- EMA 200 hari berada di 99,00 dan berperan sebagai support dinamis kunci. Indeks ini berhasil memantul dari level tersebut minggu ini.
- RSI (14) berada di kisaran 57–60, mengindikasikan momentum positif, tetapi belum overbought.
Kebanyakan ekonom menyimpulkan bahwa ketegangan AS–Iran yang kembali memanas telah mendukung dolar, dan sikap The Fed yang restriktif dipandang sebagai dukungan tambahan bagi penguatan dolar.
Mereka juga memperkirakan indeks dolar akan terus berkonsolidasi, tetapi data tenaga kerja yang kuat dan risiko geopolitik bisa mendorong dolar menembus ke atas 99,50.

Skenario jangka pendek yang paling mungkin adalah konsolidasi berlanjut di kisaran 98,70–99,50 sementara pasar menunggu rilis NFP dan perkembangan geopolitik di akhir pekan.
Kesimpulan
USDX berada di zona support yang nyaman yang ditopang oleh tiga faktor:
- Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
- Data JOLTS yang sangat kuat (7,618 juta lowongan kerja) menurunkan ekspektasi pelonggaran Fed dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga.
- Pernyataan bernada hawkish dari Fed menambah keyakinan pada skenario bullish.
Zona kunci 99,00–99,50 akan menjadi arena pertarungan penentu dalam beberapa hari ke depan. Bertahan di atas 99,00 dan menembus 99,50 akan membuka jalan menuju 100,00.
Latar belakang makro AS, yang mendukung sikap Fed yang lebih ketat, dapat mendorong apresiasi dolar lebih lanjut, menurut para ekonom. Namun, mereka memperingatkan bahwa transisi kepemimpinan di Fed dan risiko geopolitik menjaga pergerakan dolar tetap dalam rentang tertentu.
Para investor perlu mencermati PMI Jasa ISM dan Beige Book yang akan dirilis hari ini, serta NFP pada hari Jumat — peristiwa-peristiwa ini akan menentukan apakah dolar mampu bertahan di atas 99,50 dan melaju ke 100,00 atau justru mengalami koreksi.
USDX saat ini berada di zona support yang nyaman yang terbentuk dari tiga faktor. Zona kunci 99,00–99,50 akan menjadi arena pertarungan penentu dalam beberapa hari ke depan. Bertahannya harga di atas 99,00 dan penembusan 99,50 akan membuka jalan menuju 100,00.
Lihat juga ulasan kami hari ini: