
Pasangan mata uang GBP/USD akan dipengaruhi oleh setidaknya tiga peristiwa penting. Pertama, seperti yang mudah kita duga, adalah faktor geopolitik. Kedua adalah laporan inflasi Inggris untuk bulan Mei. Ketiga adalah pertemuan Bank of England. Tiga peristiwa inilah yang seharusnya menjadi fokus para trader.
Kita mulai dari yang paling sederhana—laporan inflasi. Pada April, inflasi Inggris secara tak terduga melambat dari 3,3% menjadi 2,8%, yang praktis menghapus ekspektasi pasar bahwa Bank of England akan mengetatkan kebijakan moneter pada Juni. Namun, menurut perkiraan, laporan bulan Mei mungkin menandai kenaikan indeks harga konsumen menjadi 3%. Ini bukan level kritis yang akan mendorong otoritas moneter Inggris untuk segera bersiap menaikkan suku bunga. Perlu diingat bahwa yang penting adalah tren, bukan data tunggal. Tren inflasi Inggris masih menurun. Sejak September tahun lalu, inflasi terus melambat dan menyentuh nilai minimum 2,8% pada April. Dengan demikian, tanpa kenaikan yang signifikan dan berlangsung beberapa bulan (seperti yang terlihat di Uni Eropa atau AS), Bank of England kecil kemungkinan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Sekarang mengenai pertemuan BoE itu sendiri. Mengingat inflasi berada dalam tren turun, tidak ada alasan untuk mengharapkan pengetatan kebijakan moneter. Menurut perkiraan para ahli, hanya dua anggota Komite Moneter yang mungkin memilih kenaikan suku bunga, dan sekalipun menjadi empat, itu tetap tidak cukup untuk menghasilkan keputusan positif. Hasil pemungutan suara Komite yang lebih "hawkish" dapat memicu penguatan mata uang Inggris, tetapi kemungkinan besar tidak akan kuat, karena secara substansi tidak mengubah apa pun.
Kita sudah berkali-kali membahas geopolitik. Semuanya akan bergantung pada apakah Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman atau tidak. Jika ya, pound Inggris akan mendapat dukungan pasar seiring dengan turunnya tajam permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Namun, hingga tercapai perjanjian damai komprehensif yang mencakup isu nuklir, kita tidak akan berharap pasar secara luas melepas mata uang Amerika tersebut. Tanpa penyelesaian masalah nuklir, konflik di Timur Tengah bisa kembali meletus kapan saja. Pada 7 April, Iran dan AS sepakat melakukan gencatan senjata sementara, lalu apa yang terjadi? Sudah berapa kali kedua pihak melanggarnya sejak saat itu? Karena itu, sebuah nota kesepahaman bisa saja ditandatangani pada hari Senin, dan rudal-rudal baru bisa melayang pada hari Selasa. Selat Hormuz mungkin kembali dibuka pada hari Selasa, tetapi pada hari Rabu sudah bisa diblokade lagi. Jangan menghitung hasil sebelum waktunya.
Dari sudut pandang teknikal, pound Inggris tetap bergerak dalam kisaran terbatas pada timeframe 4 jam, dengan prospek penurunan yang hanya akan terwujud jika negosiasi benar-benar gagal total dan konflik di Timur Tengah kembali berkobar. Pada saat yang sama, pembentukan tren naik yang baru hanya mungkin terjadi jika tercapai kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang GBP/USD selama 5 hari trading terakhir adalah 71 pip, yang dianggap sebagai tingkat volatilitas "rata-rata" untuk pasangan ini. Pada hari Senin, 15 Juni, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3331 dan 1,3473. Kanal atas regresi linear mengarah ke atas, yang mengindikasikan pemulihan tren naik. Indikator CCI telah memasuki area jenuh beli, yang mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya tren turun.
Level support terdekat:
S1 – 1,3367
S2 – 1,3306
S3 – 1,3245
Level resistance terdekat:
R1 – 1,3428
R2 – 1,3489
R3 – 1,3550
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD masih berada dalam tren turun. Kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak mengharapkan pertumbuhan jangka panjang dari dolar AS. Namun, tahun 2026 terbukti sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik. Oleh karena itu, posisi buy dengan target 1,3489 dan 1,3550 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average. Posisi harga di bawah garis moving average akan membuka peluang untuk trading sell dengan target 1,3331 dan 1,3306. Situasi pasar sering berubah, dan pasar terus terutama merespons berita geopolitik, yang sifatnya tidak seragam.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, berarti tren saat ini cukup kuat;
Garis rata-rata pergerakan (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang semestinya diikuti dalam trading untuk saat ini;
Level Murray – level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) – perkiraan kanal harga tempat pasangan ini kemungkinan akan bergerak pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
Indikator CCI – ketika masuk ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) berarti pembalikan tren ke arah yang berlawanan kemungkinan sudah dekat.