Penurunan risiko geopolitik dan naiknya harga minyak ke level sebelum perang tidak menciptakan situasi yang menyebabkan melemahnya dolar AS. Para investor dengan cepat kembali menempatkan perhatian mereka pada arahan kebijakan moneter, dan perubahan sikap ketat di Federal Reserve membuat EUR/USD jatuh ke angka terendah dalam setahun terakhir. Mata uang Euro turun seiring dengan serangkaian data ekonomi dari AS yang mengecewakan serta komentar dari pejabat FOMC, namun lonjakan di akhir pekan lebih terlihat sebagai aksi mengambil keuntungan dari posisi jual dibandingkan dengan pembalikan tren penurunan.
Nordea mencatat bahwa sejak pertemuan Fed di bulan Juni, imbal hasil Treasury AS dengan tenor 2 tahun justru meningkat sementara imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor serupa mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan perbedaan imbal hasil obligasi melebar hingga 160 bps, yang merupakan kesenjangan terbesar dalam setahun terakhir. Bank ini memperkirakan bahwa Federal Reserve akan meningkatkan kebijakan dua kali pada tahun 2026 dan sekali lagi pada tahun 2027. Dengan ECB yang enggan untuk melakukan penyesuaian apapun, kondisi ini akan membuat EUR/USD semakin tertekan.
Dinamika EUR/USD dan selisih imbal hasil obligasi AS–Jerman

Bank of America memiliki pandangan serupa dan memperkirakan euro akan turun ke $1,12 pada Kuartal III seiring tiga kali pengetatan The Fed — yang diyakini bank tersebut akan terjadi tahun ini.
Apa yang bisa membantu euro? Kepala Ekonom ECB Philip Lane menyatakan kekhawatirannya terhadap inflasi yang membandel, dan rekannya di Dewan Gubernur, Isabel Schnabel, mengatakan siklus pengetatan sebaiknya berlanjut. Namun, pasar lebih banyak mempertimbangkan pandangan Christine Lagarde. Menurut Lagarde, ECB tidak memerlukan respons agresif terhadap konflik di Timur Tengah: harga minyak sedang menurun, dan harga konsumen di zona euro mungkin akan mengikutinya.

Memang, ekspektasi inflasi di kawasan mata uang tersebut telah mereda, mendorong pasar futures meragukan bahkan satu kali kenaikan suku bunga deposito ECB. Perbedaan kebijakan moneter kini menjadi bintang penuntun bagi para pelaku pasar yang bersikap bearish terhadap EUR/USD.

Penurunan pada pasangan mata uang utama ini didorong oleh faktor kejutan. Para investor menduga Kevin Warsh akan lebih fokus pada pemotongan suku bunga dalam pertemuan pertamanya sebagai Ketua Fed, tetapi ia malah menyampaikan pernyataan yang bersifat hawkish. Di sisi lain, Christine Lagarde mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga di pasar futures terlalu tinggi, meskipun sebelumnya para anggota Dewan Pengatur berbicara secara seragam mengenai pengetatan lebih lanjut. Pergeseran sikap dovish dari Kepala ECB ini menjadi pukulan bagi mata uang regional.
Dalam analisis teknikal, pada grafik harian, EUR/USD mengalami rebound dari area konvergensi yang dibentuk oleh dua level pivot pada 1,1335–1,1350. Adalah wajar untuk menambah posisi beli dari 1,1375 jika instrumen ini tetap bertahan di atas 1,1400. Namun, jika para bull gagal menjaga level tersebut, trader sebaiknya melanjutkan aksi jual.