
Pada hari Jumat, pasangan mata uang GBP/USD juga mencoba memulai pergerakan naik, tetapi gagal menembus bahkan moving average. Poundsterling Inggris telah melemah dalam beberapa minggu terakhir karena alasan yang persis sama dengan mata uang Eropa: karena alasan yang tidak jelas. Sebelumnya kami mengemukakan bahwa penjelasan dasarnya mungkin terletak pada sifat pergerakan yang murni spekulatif (saat para trader membeli dolar karena harganya naik, dan harganya naik karena dibeli), atau pada suatu informasi (misalnya terkait perang berkepanjangan di Timur Tengah) yang sekadar tidak dapat diakses oleh sebagian besar pelaku pasar. Kami tidak berpendapat bahwa masalah poundsterling Inggris disebabkan oleh sikap kebijakan ketat Federal Reserve atau krisis politik di Inggris.
Minggu depan, akan berlangsung cukup banyak peristiwa penting. Seiring dimulainya bulan baru, AS akan merilis serangkaian laporan mengenai pasar tenaga kerja dan pengangguran. Namun, apakah itu akan memiliki arti penting? Perlu diingat bahwa pasar mengabaikan berakhirnya perang di Timur Tengah seminggu lalu dan justru merespons pengunduran diri Keir Starmer dengan pembelian poundsterling. Dengan demikian, jelas bahwa penguatan dolar bukan disebabkan oleh faktor geopolitik (sebagaimana tercermin dalam informasi yang tersedia untuk umum), dan bukan pula oleh krisis di Inggris (karena mata uang Eropa juga melemah). Laporan NFP terakhir sangat kuat, demikian juga dengan laporan PDB terakhir. Namun, saat ini dolar sudah terasa cukup kuat bahkan tanpa dukungan data tersebut. Jika sentimen pasar yang sekarang bertahan, setiap peristiwa dan berita akan ditafsirkan mendukung dolar. Data yang berlawanan arah hanya akan memicu koreksi kecil atau bahkan sepenuhnya diabaikan.
Dalam kondisi saat ini, setelah dua minggu kenaikan yang sulit dijelaskan dan dimulainya kembali perang di Timur Tengah, kami menilai data makroekonomi tidak akan menjadi prioritas utama bagi pelaku pasar. Laporan-laporan tentu dapat memengaruhi sentimen trader secara lokal, tetapi hanya sebatas itu. Menurut kami, sangat penting untuk memperhatikan time frame mingguan. Pada dasarnya, pasangan GBP/USD telah bergerak di rentang 1,3150–1,3780 selama lebih dari satu tahun. Artinya, pasangan ini berada dalam channel mendatar. Saat ini, harganya telah mendekati batas bawah channel tersebut, sehingga pembalikkan naik mungkin terbentuk murni karena alasan teknikal. Dalam jangka panjang, tren masih tetap naik, yang dimulai sejak September 2022.
Dengan demikian, sebagaimana sebelumnya, kami tidak meyakini terbentuknya tren penguatan dolar dalam waktu dekat. Tentu saja, faktor geopolitik dapat terus mendorong pasangan ini melemah, tetapi jika kita mempertimbangkan pergerakan yang logis dan dapat diprediksi, masih sangat sedikit alasan bagi dolar untuk menguat. The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga acuan satu atau dua kali, tetapi Bank of England juga dapat kembali memperketat kebijakan moneter, karena banyak analis memproyeksikan kenaikan inflasi pada paruh kedua tahun ini. Konflik di Timur Tengah mungkin berlarut-larut tanpa batas, dan kemungkinan besar kita bahkan tidak akan lagi terlalu memerhatikan putaran negosiasi berikutnya atau janji-janji akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Setiap kesepakatan acap kali dilanggar beberapa hari kemudian, dan negosiasi sama sekali tidak menjamin tercapainya konsensus atas isu apa pun.

Volatilitas rata-rata pasangan GBP/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 29 Juni sebesar 71 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini tergolong "rata-rata". Pada Senin, 29 Juni, kami memperkirakan pasangan ini bergerak dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3123 dan 1,3265. Channel atas regresi linear bergerak mendatar, yang menunjukkan ketidakpastian arah tren. Indikator CCI telah dua kali masuk ke area ocersold dan membentuk dua divergensi "bullish", yang mengindikasikan kemungkinan berakhirnya tren menurun, tetapi pasar saat ini mengabaikan faktor-faktor tersebut.
Level Support Terdekat:
S1 – 1,3184
S2 – 1,3123
S3 – 1,3062
Level Resistance Terdekat:
R1 – 1,3245
R2 – 1,3306
R3 – 1,3367
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD masih berada dalam tren menurun. Kebijakan Trump terus membebani perekonomian AS; oleh karena itu, kami tidak memperkirakan penguatan jangka panjang pada dolar AS. Tahun 2026 diperkirakan akan sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik dan, yang terbaru, kesiapan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. Namun, pada timeframe mingguan, pola mendatar masih bertahan di antara 1,3150 dan 1,3780, dalam konteks tren naik yang sudah berlangsung empat tahun. Posisi beli dengan target 1,3306 dan 1,3367 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average, tetapi saat ini bukan menjadi prioritas. Harga yang berada di bawah moving average masih memungkinkan kelanjutan transaksi jual dengan target di 1,3123.
Penjelasan Ilustrasi:
Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu sisi, berarti tren saat ini kuat;
Garis moving average (pengaturan 20.0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam trading;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi channel pergerakan pasangan ini dalam hari mendatang berdasarkan metrik volatilitas terkini;
Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250), mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.