Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ GBP/USD – Analisis Smart Money: Pound Berpotensi Menguat Menuju 1,3322

parent
Analisis Forex:::2026-06-29T16:55:42

GBP/USD – Analisis Smart Money: Pound Berpotensi Menguat Menuju 1,3322

GBP/USD – Analisis Smart Money: Pound Berpotensi Menguat Menuju 1,3322

Secara keseluruhan, pasangan GBP/USD masih bergerak turun, namun saya menilai penurunan ini mungkin sudah mendekati tahap akhir. Mengapa? Pertama, menurut saya, reli terbaru dolar AS tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi fundamental. Konflik geopolitik di Timur Tengah sudah berakhir, padahal itu adalah pendorong utama kekuatan dolar sepanjang 2026. Melihat dolar menguat terlebih dahulu karena perang, lalu terus menguat setelah konflik berakhir adalah sesuatu yang setidaknya bisa disebut tidak biasa. Kedua, rapat FOMC dan sikap hawkish The Fed memang bisa menjadi faktor pendukung dolar pada Rabu dan bahkan Kamis lalu, tetapi tidak untuk satu minggu penuh. Jika bukan karena berita pengunduran diri Keir Starmer pada Senin lalu, GBP/USD kemungkinan akan jatuh lebih dalam lagi. Karena itu, saya tidak percaya bahwa arus berita semata dapat menjelaskan pelemahan pound.

Dari sisi analisis teknikal, saat ini justru terlihat bahwa pound masih memiliki ruang untuk pulih setidaknya menuju level 1,3322. Harga bereaksi terhadap bearish imbalance 22, tetapi reaksinya lemah. Sebelumnya, harga menyapu likuiditas di bawah level terendah 6 April dan kemudian di bawah level terendah 31 Maret. Alhasil, kita melihat reaksi yang lemah pada pola bearish bersamaan dengan dua kali bullish liquidity grab. Paling tidak, sebuah rebound korektif seharusnya terjadi. Mengingat dolar masih kekurangan alasan kuat untuk memasuki tren naik berkepanjangan—dan sudah mencatat reli yang mengesankan pada 2026—saya menilai pihak bearish akan kesulitan melanjutkan tekanan jual. Namun, trader tetap harus berpegang pada analisis teknikal, yang mencerminkan perilaku pasar sesungguhnya. Jika tidak muncul pola atau sinyal bullish, tidak ada alasan untuk membuka posisi beli. Dalam skenario tersebut, trader sebaiknya menunggu reaksi pasar terhadap imbalance 21.

Saat ini, pasar masih berhati-hati terhadap kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Meski demikian, dapat dikatakan bahwa fase aktif konflik tersebut secara resmi telah berakhir, setidaknya untuk sementara waktu. The Fed memang memicu reli kuat pada dolar AS, tetapi saya masih belum memahami apa yang mendorong pelaku pasar untuk terus menjual pound. Menurut saya, tren jangka panjang tetap bullish meskipun tahun ini terjadi penurunan tajam yang tidak memiliki penjelasan fundamental yang meyakinkan.

Gambaran teknikal saat ini sebagai berikut. Pekan lalu, harga bereaksi terhadap bearish imbalance 22, namun reaksinya lemah, yang mengisyaratkan bahwa impuls bearish yang berlangsung sekarang mungkin mendekati tahap akhir. Saya juga menyoroti liquidity sweep di bawah dua level terendah terbaru (ditandai dengan garis merah) yang memberi peringatan kemungkinan terjadinya pembalikan bullish.

Pada Senin tidak ada rilis berita ekonomi penting, sementara berita geopolitik masih bercampur dan kerap saling bertentangan. Secara keseluruhan, latar belakang geopolitik sekarang seharusnya lebih mendukung mata uang berisiko ketimbang dolar AS. Mungkin pasar hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyadari hal ini.

Dari sisi fundamental yang lebih luas, saya tetap memperkirakan pelemahan jangka panjang pada dolar AS. Baik konflik antara Iran dan Amerika Serikat maupun kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 tidak mengubah pandangan tersebut. Ketegangan geopolitik sempat mengingatkan pasar akan status dolar sebagai safe haven, tetapi konflik itu telah berakhir—atau setidaknya bergerak menuju penyelesaian. Niat The Fed untuk menaikkan suku bunga pada 2026 jelas menjadi faktor pendukung bagi dolar, namun pengetatan kebijakan moneter juga akan memperlambat perekonomian AS. Selain itu, Kevin Warsh ditunjuk oleh Donald Trump untuk memimpin FOMC dengan tujuan yang melampaui sekadar mempertahankan kebijakan yang restriktif. Saya tidak percaya bahwa pengetatan The Fed akan berkembang menjadi siklus kenaikan suku bunga yang panjang. Karena itu, menurut saya, setiap apresiasi dolar AS bersifat sementara, bukan awal dari tren naik yang berkelanjutan.

Kalender ekonomi Amerika Serikat dan Inggris Raya

Inggris Raya

  • Pertumbuhan PDB Kuartal I (06:00 UTC)

Amerika Serikat

  • JOLTS Job Openings (14:00 UTC)

Kalender ekonomi untuk 30 Juni hanya berisi dua rilis data, dan keduanya tidak saya anggap sangat penting. Akibatnya, arus berita ekonomi kemungkinan tidak akan memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar pada hari Selasa.

Proyeksi dan Outlook Perdagangan GBP/USD

Dari sudut pandang jangka panjang, prospek pound tetap bullish, sementara reaksi terhadap bearish imbalance 22 hanya menghasilkan pergerakan turun yang terbatas. Sinyal jual baru muncul pada pekan ini, namun mengingat GBP/USD bergerak sideways selama hampir satu tahun (pada grafik mingguan), penurunan saat ini hanya dapat dijelaskan oleh faktor teknikal. Di dalam sebuah trading range, harga bisa bergerak ke kedua arah tanpa katalis fundamental yang kuat. Karena reli dolar terbaru tidak memiliki penjelasan yang meyakinkan, pergerakan saat ini tampak lebih sebagai fluktuasi teknikal dalam sebuah rentang horizontal.

Pound masih berpeluang melemah hingga mendekati level pembatalan tren bullish di 1,3007, namun hal itu memerlukan kemunculan pola dan sinyal bearish yang baru. Untuk saat ini, dua liquidity sweep terakhir lebih berpihak pada kubu bullish. Jika sebuah pola bullish terbentuk, pembeli akan memiliki dasar yang jauh lebih kuat untuk melancarkan pergerakan naik yang baru.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...