Anda tidak bisa melakukannya sendirian. Kevin Warsh belajar dari pengalaman: ketua Federal Reserve tersebut mungkin menginginkan pemangkasan suku bunga, tetapi Dewan Gubernur tidak harus mengikutinya. "Ia memiliki dewan gubernur yang mungkin agak bersikap bermusuhan," Donald Trump, yang biasanya murah hati dalam memuji anak buahnya, mengakuinya.
Pernyataan presiden itu bertepatan dengan perpecahan baru di kalangan ahli strategi valuta asing: sebagian mengatakan bahwa dolar AS sudah overbought; yang lain melihatnya sebagai aset utama pada paruh kedua tahun ini. Credit Agricole, Morgan Stanley, TD Securities, dan Eurizon SLJ Capital menempati posisi di luar konsensus. Menurut mereka, para spekulan telah memeras semua yang mereka bisa dari penguatan greenback: posisi long pada greenback kini berada di level paling ekstrem dalam satu setengah tahun terakhir.
Dinamika posisi spekulatif dalam dolar AS

"Dolar tampak sudah terlalu banyak dibeli dan terlalu mahal, dan The Fed mungkin tidak akan se-'hawkish' yang diharapkan pasar suku bunga," tulis Credit Agricole. Namun, sebagian besar bank berpendapat sebaliknya. JPMorgan, Bank of America, Goldman Sachs, dan HSBC tetap bertaruh pada kekuatan dolar, dan HSBC menyebut posisi melawan greenback sebagai salah satu kesalahan terbesar pada paruh kedua tahun ini.
Pada kenyataannya, perdebatan ini lebih soal seberapa besar potensi kenaikan yang sudah tercermin dalam harga daripada soal fundamental. Para pihak yng skeptis tidak menyangkal kekuatan dolar — mereka hanya yakin bahwa pasar sudah lebih dulu memperhitungkannya ke dalam harga sementara The Fed bersiap untuk mengambil jeda.
Statistik ketenagakerjaan semakin menyulut perdebatan. Ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Mei dibandingkan prediksi 115.000, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% — tapi semata-mata karena ukuran angkatan kerja menyusut, bukan karena perekrutan. Rata-rata enam bulan sebesar 92.000 masih mendekati level terbaik dalam dua tahun terakhir, sehingga kubu hawks dan doves di The Fed membaca angka-angka yang sama dengan cara yang sangat berbeda.
Sementara itu, Gedung Putih meningkatkan tekanan terhadap independensi bank sentral. Mahkamah Agung mengizinkan Lisa Cook untuk tetap duduk di Dewan Gubernur meskipun ada upaya Trump untuk mencopotnya. Selain itu, penasihat Kevin Hassett mengkritik Jerome Powell karena enggan meninggalkan Federal Reserve.
Euro menyaksikan "sirkus" ini dari pinggir lapangan dan tidak terburu-buru merayakan apa pun. Selisih suku bunga ECB–Fed masih berpihak pada dolar, dan lemahnya data zona euro tidak memberikan tuas penggerak yang mandiri pada mata uang tunggal Eropa itu. EUR/USD menguat bukan karena kekuatan euro itu sendiri, melainkan karena keraguan terhadap greenback.

Bagi EUR/USD, semua perbedaan pandangan ini berarti satu hal: sementara Washington sibuk bertikai secara internal, pasangan mata uang ini tidak dapat mengandalkan retorika yang secara tegas "hawkish" maupun "dovish". Akankah pelemahan dolar berlanjut pada paruh kedua tahun ini?
Secara teknikal, pada grafik harian, EUR/USD tengah melakukan retracement pola reversal 1-2-3. Posisi beli yang dibuka dari 1,1375 masih masuk akal untuk ditambah jika pasangan ini berhasil menembus pivot resistance di 1,1475. Level target berada di 1,1540 dan 1,1620 — yang pertama di antaranya merepresentasikan nilai wajar.