Hari ini, saya melakukan trading pound Inggris dengan menerapkan strategi Pemulihan Rata-rata. Sementara itu, untuk yen Jepang, saya menggunakan pendekatan Momentum.
Euro cenderung mengabaikan fakta bahwa produksi industri Jerman mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Berdasarkan data awal, output industri meningkat 0,9% pada bulan Mei dibandingkan bulan April. Angka ini melebihi prediksi para analis yang memperkirakan kenaikan 0,1%. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi tahunan, pertumbuhannya hanya 0,1%, yang menunjukkan bahwa sektor ini masih menghadapi kesulitan struktural. Sentimen positif yang hati-hati ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Di satu sisi, harga energi yang menurun dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar bisa memberikan dorongan untuk sektor manufaktur. Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih tinggi, sementara permintaan konsumen tetap tertekan.
Agenda berikutnya adalah publikasi data neraca perdagangan AS dan Indeks Optimisme Ekonomi RCM/TIPP. Neraca perdagangan merujuk pada selisih antara ekspor dan impor suatu bangsa dan, dalam jangka panjang, dapat memengaruhi permintaan terhadap mata uang negara tersebut. Namun, secara umum, indikator ini dianggap sebagai indikator sekunder, dengan reaksi pasar yang biasanya terbatas. Sementara itu, Indeks TIPP mencerminkan sentimen konsumen di AS terkait kondisi finansial pribadi dan prospek ekonomi, tetapi pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan indikator kepercayaan yang dirilis oleh Conference Board atau University of Michigan. Secara keseluruhan, rilis-rilis ini masuk dalam kategori data ekonomi sekunder dan kecil kemungkinan memberikan petunjuk yang jelas bagi pergerakan dolar AS.
Bagi euro dan pound, situasi ini menunjukkan lingkungan perdagangan yang netral. Dengan tidak adanya dorongan signifikan dari AS, pasangan EUR/USD cenderung akan bertahan dalam kisaran perdagangannya saat ini. Pound kemungkinan dalam posisi yang sama, dengan GBP/USD yang kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh komentar Andrew Bailey yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar.
Jika data dari AS muncul jauh lebih kuat dari yang diperkirakan, saya akan menerapkan strategi Momentum. Namun, jika pasar menunjukkan sedikit atau tidak ada reaksi terhadap publikasi data tersebut, saya akan tetap menggunakan strategi Pemulihan Rata-rata.
Strategi Momentum (Breakout Trading) untuk Paruh Kedua Hari Ini
EUR/USD
- Breakout di atas 1,1447 dapat mendorong euro menuju 1,1486 dan 1,1527.
- Breakout di bawah 1,1409 dapat menekan euro turun menuju 1,1365 dan 1,1328.
GBP/USD
- Breakout di atas 1,3398 dapat menggerakkan pound menuju 1,3432 dan 1,3462.
- Breakout di bawah 1,3365 dapat memicu penurunan menuju 1,3328 dan 1,3298.
USD/JPY
- Breakout di atas 162,08 dapat mengangkat dolar AS menuju 162,34 dan 162,64.
- Breakout di bawah 161,83 dapat memicu penurunan menuju 161,56 dan 161,33.
Strategi Mean Reversion (Kembali ke Range) untuk Paruh Kedua Hari Ini

EUR/USD
- Saya akan mencari peluang jual setelah terjadi false breakout di atas 1.1438, ketika harga kembali bergerak di bawah level ini.
- Saya akan mencari peluang beli setelah terjadi false breakout di bawah 1.1420, ketika harga kembali bergerak di atas level ini.

GBP/USD
- Saya akan mencari peluang jual setelah terjadinya false breakout di atas 1.3398, ketika harga kembali bergerak di bawah level ini.
- Saya akan mencari peluang beli setelah terjadinya false breakout di bawah 1.3368, ketika harga kembali bergerak di atas level ini.

AUD/USD
- Saya akan mencari peluang jual setelah false breakout di atas 0,6954, ketika harga kembali turun ke bawah level ini.
- Saya akan mencari peluang beli setelah false breakout di bawah 0,6935, ketika harga kembali naik ke atas level ini.

USD/CAD
- Saya akan mencari peluang jual setelah false breakout di atas 1.4222, ketika harga kembali bergerak di bawah level ini.
- Saya akan mencari peluang beli setelah false breakout di bawah 1.4204, ketika harga kembali bergerak di atas level ini.