Analisis EUR/USD 5M

Pasangan mata uang EUR/USD kembali bergerak dengan volatilitas yang sangat rendah dan tanpa arah yang jelas pada hari Rabu. Pada time frame satu jam terlihat jelas bahwa seluruh gelombang kenaikan terakhir hanya sekitar 120 pip dalam dua minggu. Sementara itu, seluruh gelombang penurunan terakhir hanya sekitar 50 pip dalam waktu satu minggu. Dengan demikian, pasar saat ini tampak tidak berminat membuka posisi baru dan menggerakkan pasangan ini ke satu arah yang tegas. Seandainya kemarin terjadi pada bulan Maret atau April, hampir dapat dipastikan kita akan melihat penguatan dolar yang tajam. Iran dan AS saling melancarkan serangan dan tuduhan pelanggaran gencatan senjata serta penggagalan negosiasi. Setelah itu, presiden AS mencabut persetujuan penjualan minyak Iran, mengumumkan serangan baru terhadap Iran, dan menyatakan berakhirnya negosiasi dengan Teheran serta rezim gencatan senjata di Teluk Persia. Pasar sama sekali tidak merespons gejolak geopolitik ini. Kalaupun dolar menguat, penguatannya sangat minimal. Pelaku pasar tampaknya tidak lagi memperhatikan penembakan terbaru, peluncuran rudal, serangan terhadap kapal dagang, dihentikan atau dilanjutkannya perundingan, diberlakukannya atau dilanggarnya gencatan senjata, dan sebagainya.
Dari sudut pandang teknikal, tren naik masih berlanjut, tetapi penguatan euro tetap sangat lemah. Garis tren memang tertembus, namun garis Senkou Span B masih bertahan kuat. Kami tidak melihat alasan yang jelas untuk dimulainya kenaikan baru pada dolar AS, tetapi itu tidak berarti pasar tidak berhak untuk kembali membeli mata uang Amerika tersebut.
Pada time frame 5 menit hari Rabu, muncul lima sinyal trading dengan total volatilitas kurang dari 40 pip. Jelas bahwa dengan volatilitas serendah ini, bahkan 25 sinyal pun tidak akan menghasilkan profit yang signifikan. Harga empat kali memantul dari garis Senkou Span B dan sekali dari area 1,1424–1,1433. Karena itu, trader praktis hanya bisa membuka dua posisi, yang keduanya berakhir dengan keuntungan.
Laporan COT

Laporan COT terbaru bertanggal 30 Juni. Ilustrasi pada timeframe mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa posisi neto pelaku pasar non-komersial tetap "bullish", namun telah turun signifikan akibat peristiwa geopolitik. Dalam beberapa bulan terakhir, para trader telah melepas euro dan beralih ke dolar AS. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, tetapi untuk sementara waktu dolar kembali berperan sebagai "reserve currency". Namun, proses ini mungkin sudah selesai.
Kami masih belum melihat faktor fundamental yang mampu memperkuat euro, sementara faktor yang mendukung pelemahan mata uang AS justru cukup banyak. Perang di Timur Tengah sempat membuat dolar menjadi sangat menarik secara temporer, tetapi setelah "masa berlaku" faktor ini habis, semuanya akan kembali normal. Dan bisa jadi masa itu sudah berlalu. Dalam jangka panjang, euro dapat turun ke level $1,08 (garis tren), tetapi tren naik masih tetap relevan. Selain itu, selama beberapa bulan terakhir ketika dolar menguat, pasangan ini belum bergerak mendekati garis tersebut secara signifikan.
Posisi garis merah dan biru pada indikator menunjukkan adanya paritas antara bullish dan bearish. Selama minggu pelaporan terakhir, jumlah posisi long dalam kelompok "Non-commercial" berkurang sebanyak 11.700, sementara jumlah posisi short meningkat sebesar 17.400. Dengan demikian, posisi neto turun 29.100 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD 1H
Pada timeframe per jam, tren korektif naik masih berlanjut di dalam tren turun yang telah berlangsung selama dua bulan. Situasi di Timur Tengah tetap tegang, namun kami tidak melihat bahwa serangan-serangan baru oleh Iran dan AS, atau ketidakpastian dalam negosiasi dan kesepakatan, memberikan dasar yang cukup untuk penguatan dolar lebih lanjut. Pasar terus mengabaikan semua faktor yang mendukung euro.Untuk 9 Juli, kami menyoroti level-level berikut untuk diperdagangkan — 1,1234, 1,1274, 1,1362, 1,1433, 1,1536–1,1542, 1,1585, 1,1657–1,1666, 1,1750–1,1760, 1,1786, 1,1830–1,1837, serta garis Senkou Span B (1,1399) dan garis Kijun-sen (1,1424). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergerak sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading. Jangan lupa untuk memindahkan Stop Loss ke breakeven jika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 15 poin. Ini akan melindungi Anda dari potensi kerugian jika sinyal ternyata keliru.
Pada hari Kamis, tidak ada lagi peristiwa makroekonomi dan fundamental penting. Hari ini di Jerman akan dirilis laporan neraca perdagangan, impor, dan ekspor, sementara di AS akan dipublikasikan data penjualan rumah baru dan klaim pengangguran. Kami menganggap kelima laporan ini sebagai data sekunder dan tidak mengharapkan reaksi pasar terhadapnya.
Rekomendasi Trading:
Hari ini, para trader dapat mempertimbangkan posisi short dengan target di 1,1399 dan 1,1362 jika harga memantul dari area 1,1424–1,1433. Posisi long dapat dibuka jika harga terkonsolidasi di atas area 1,1424–1,1433, dengan target 1,1536–1,1542. Volatilitas tetap lemah.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Level-level harga support dan resistance (resistance/support) adalah garis merah tebal tempat pergerakan harga dapat berhenti. Level-level ini bukan sumber sinyal trading.
Garis Kijun-sen dan Senkou Span B adalah garis indikator Ichimoku yang dibawa ke timeframe per jam dari timeframe 4 jam. Garis-garis ini tergolong kuat.
Level ekstrem adalah garis merah tipis yang sebelumnya menjadi titik pantulan harga. Level-level ini merupakan sumber sinyal trading.
Garis kuning menggambarkan garis tren,saluran tren, dan pola teknikal lainnya.
Indikator 1 pada grafik COT menunjukkan besaran posisi bersih dari tiap kategori trader.