
Pasangan mata uang EUR/USD tidak menunjukkan pergerakan menarik pada hari Selasa. Dengan senyum di wajah, kita menyaksikan bagaimana beberapa analis mencoba menjelaskan fluktuasi harga saat ini yang sejatinya hanya bisa disebut sebagai "kejang-kejang". Hampir setiap hari, volatilitas pasangan ini mendekati level minimal, yang hanya menunjukkan satu hal – tidak ada keinginan untuk bertransaksi di pasar saat ini. Penjelasan paling logis untuk kondisi ini adalah ketidakpastian total yang terkait dengan konflik di Timur Tengah, harga minyak, inflasi, dan, pada akhirnya, kebijakan moneter bank sentral. Semua pergerakan yang kita lihat dalam beberapa minggu terakhir dapat dikarakterisasi dengan tiga tesis berbeda. Mari kita uraikan satu per satu.
Koreksi. Sebuah koreksi setelah putaran penguatan kuat berikutnya dari dolar AS memang sudah "menggantung di udara". Hal ini terlihat jelas pada time frame 4 jam. Jadi, dalam beberapa minggu terakhir, mata uang Eropa merangkak naik semata-mata karena faktor teknikal. Pelaku pasar secara perlahan merealisasikan profit pada posisi jual, tetapi tidak terburu-buru membuka posisi beli. Karena itu, volume perdagangan saat ini berada pada level minimal.
Sideways/Flat. Meskipun pada pergerakan terakhir terdapat kemiringan ke atas, harga menghabiskan sebagian besar waktunya di antara level 1.1377 dan 1.1461. Karena itu, pergerakan saat ini bisa dipandang sekaligus sebagai koreksi dan sebagai fase flat, yang tidak mengubah esensi masalahnya.
Market Noise. Karena pergerakannya sebagian besar sangat lemah, kami tidak melihatnya sebagai reaksi pasar terhadap berbagai peristiwa. Sederhananya, jika setelah rilis laporan inflasi yang sensasional di AS (misalnya) harga hanya bergerak 20 pip, dapatkah pergerakan seperti itu disebut "reaksi pasar"? Menurut kami, tidak. Dalam sebagian besar kasus, kita menyaksikan pergerakan 20–30 pip yang kemungkinan besar juga akan terjadi tanpa pengaruh faktor makroekonomi dan fundamental.
Dengan demikian, kesimpulannya mungkin terdengar jelas namun tidak cocok untuk semua orang. Pergerakan saat ini adalah sebuah koreksi, dan setelah koreksi selesai, tren akan berlanjut. Kami tidak mendukung penguatan lanjutan dolar AS, tetapi sebulan yang lalu dolar juga tidak memiliki landasan yang cukup kuat untuk naik 300 pip lagi hanya dalam beberapa hari. Pasar sering kali mengalami pergerakan yang tidak logis, dan hal itu kerap terjadi. Saat ini, gambaran teknikal pada time frame 4 jam tampak seperti persiapan menuju babak baru dari tren tiga bulanan.
Selain itu, pekan ini akan digelar pertemuan European Central Bank, di mana kemungkinan suku bunga tidak akan dinaikkan untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Faktor geopolitik tetap negatif, yang dapat memberikan dukungan latar belakang bagi dolar AS. Katakanlah alasan formal bagi pasar untuk membeli dolar memang ada. Atau setidaknya sangat mudah dicari. Sekali lagi: koreksi biasanya lemah, berkepanjangan, dan melelahkan, sedangkan tren bersifat tajam dan kuat. Apa yang kita lihat sekarang jelas tidak menyerupai sebuah tren.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 22 Juli adalah 45 pip dan dikategorikan sebagai "rendah." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1.1366 hingga 1.1456 pada hari Rabu. Kanal atas linear regression mengarah ke bawah, yang mengindikasikan berlanjutnya tren turun. Indikator CCI telah memasuki area oversold dan membentuk dua divergensi "bullish," yang memberi sinyal kemungkinan berakhirnya tren turun.
Level Support Terdekat:
S1 – 1.1414
S2 – 1.1353
S3 – 1.1292
Level Resistance Terdekat:
R1 – 1.1475
R2 – 1.1536
R3 – 1.1597
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD mempertahankan tren turun, yang diduga merupakan koreksi dalam kerangka tren naik global, sebagaimana terlihat jelas pada timeframe harian atau mingguan. Latar belakang fundamental global untuk dolar masih negatif, tetapi pada 2026, awalnya faktor geopolitik, lalu sikap "hawkish" Federal Reserve memberikan dukungan kuat bagi dolar AS. Selama harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1.1366 dan 1.1353. Di atas garis moving average, posisi beli relevan dengan target 1.1456 dan 1.1475. Pasar berada dalam kondisi flat selama empat minggu berturut-turut.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Kanal linear regression membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu arah, itu berarti tren saat ini kuat.
Garis moving average (pengaturan 20,0, smoothed) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini.
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi channel pergerakan pasangan ini untuk hari berikutnya, berdasarkan metrik volatilitas saat ini.
Masuknya indikator CCI ke area oversold (di bawah -250) atau ke area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah yang berlawanan sudah mendekat.