
Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan pergerakan turunnya pada hari Rabu setelah tiga minggu mengalami kenaikan. Dalam satu bulan terakhir, pergerakan pound Inggris sangat teknikal. Kenaikan dimulai sekitar 23 Juni ketika pasangan ini menyentuh area di batas bawah kanal sideways yang telah terbentuk selama setahun terakhir. Karena tidak ada alasan yang mendukung tren jangka panjang untuk dolar, terjadi pembalikan di dekat batas kanal tersebut, dan pergerakan pun berbalik mengarah ke batas yang berlawanan. Setelah itu kita melihat kenaikan tiga minggu sekitar 400 poin, yang didorong baik oleh faktor teknikal maupun fundamental. Perlu diingat bahwa lonjakan terakhir pada dolar AS sebelumnya sama sekali tidak logis. Federal Reserve bahkan belum mulai memperketat kebijakan moneternya, namun pasar bergegas membeli dolar seolah-olah Kevin Warsh telah berjanji akan menaikkan suku bunga acuan tiga kali sebelum akhir tahun. Satu setengah bulan telah berlalu, dan kini pasar justru meragukan kemungkinan pengetatan pada Juli atau September. Inflasi di AS sedang menurun, dan jika Donald Trump mengakhiri perang dengan Iran (yang akan menguntungkannya menjelang pemilu), inflasi berpotensi terus turun, sehingga pengetatan kebijakan oleh Fed mungkin sama sekali tidak diperlukan.
Saat ini kita sedang menyaksikan penurunan yang telah berlangsung sekitar satu minggu. Meskipun laporan pengangguran dan pasar tenaga kerja Inggris pada hari Selasa cukup positif dan secara teori bisa mendorong penguatan pound, yang terjadi justru pound melemah. Mengapa? Karena memang sedang berlangsung koreksi teknikal yang wajar. Pada hari Rabu, data inflasi untuk Juni dirilis, menunjukkan perlambatan ke 2,6% secara tahunan, sementara pasar memperkirakan perlambatan ke 2,7%. Perlu dicatat bahwa inflasi di Inggris nyaris tidak bereaksi terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah maupun krisis energi. Bukan tidak mungkin akan bereaksi di kemudian hari, tetapi sejauh ini belum terjadi. Oleh karena itu, peluang bahwa Bank of England akan memperketat kebijakan moneter pada 2026 kembali menurun.
Haruskah hal ini memicu penjualan baru atas pound Inggris? Menurut kami, tidak. Pada bulan Mei sudah terlihat jelas bahwa inflasi Inggris tidak bergantung pada harga minyak, dan dua bulan berikutnya mengonfirmasi asumsi ini. Karena itu, sudah cukup jelas beberapa bulan lalu bahwa Bank of England kecil kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan jika inflasi terus menurun. Dengan demikian, perlambatan inflasi yang baru ini memang mendekatkan bank sentral Inggris pada pelonggaran kebijakan, tetapi pada saat yang sama Andrew Bailey telah memperingatkan bahwa indeks harga konsumen bisa kembali meningkat pada paruh kedua 2026. Ini menunjukkan bahwa inflasi kemungkinan akan bertahan di kisaran 2,5% hingga 3,5% dalam enam bulan mendatang, yang belum cukup menjadi dasar baik untuk pelonggaran maupun pengetatan kebijakan. Jadi, laporan inflasi kali ini tidak memiliki implikasi jangka panjang atau berdampak besar secara global terhadap pound Inggris.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 23 Juli adalah 69 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rata-rata". Oleh karena itu, pada Kamis, 23 Juli, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam rentang yang dibatasi oleh level 1.3296 dan 1.3434. Kanal regresi linear bagian atas mengarah ke bawah, yang mengindikasikan tren bearish. Indikator CCI telah membentuk divergensi bearish dan masuk ke area jenuh beli, yang memberi sinyal dimulainya koreksi turun.
Level-Level Support Terdekat:
S1 – 1.3367
S2 – 1.3306
S3 – 1.3245
Level-Level Resistance Terdekat:
R1 – 1.3428
R2 – 1.3489
R3 – 1.3550
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD mempertahankan tren turun, yang diduga merupakan koreksi dalam kerangka tren naik global, sebagaimana terlihat jelas pada timeframe harian maupun mingguan. Latar belakang fundamental global untuk dolar masih negatif, tetapi tahun 2026 tampak sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik, meskipun setiap cerita indah pada akhirnya akan berakhir. Namun, timeframe mingguan masih bergerak sideways (flat) di antara 1.3150 dan 1.3780 dalam tren naik empat tahun terakhir, sehingga masih memungkinkan untuk mengharapkan kelanjutan penguatan mata uang Inggris dalam jangka menengah. Posisi buy dengan target 1.3489 dan 1.3550 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average. Ketika harga berada di bawah garis moving average, posisi sell dapat dipertimbangkan dengan target 1.3306 dan 1.3296.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu arah, hal ini menunjukkan bahwa tren saat ini cukup kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, smoothed) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan harga dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menggambarkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi kanal pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan metrik volatilitas saat ini;
Masuknya indikator CCI ke area jenuh jual (di bawah -250) atau area jenuh beli (di atas +250) berarti pembalikan tren ke arah berlawanan sudah mendekat.