Untuk minggu kedua berturut-turut, dolar Australia kembali menyerang level 70 terhadap dolar AS. Target 0,7000 adalah level resistance yang krusial dan signifikan secara psikologis, yang biasanya, ketika ditembus, disertai dengan pengepungan berkepanjangan, kadang berlangsung hingga berbulan-bulan. Karena itu, tidak mengherankan jika para pembeli AUD/USD sejauh ini belum berhasil melakukan "blitzkrieg" dan merebut pos penting strategis ini tanpa perlawanan. Level 0,7000 merupakan zona resistance teknikal kuat yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, di mana banyak pelaku pasar memilih untuk menutup posisi beli mereka.
Meskipun demikian, pasangan ini telah menunjukkan dinamika kenaikan selama empat minggu berturut-turut, terlepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan ketegangan geopolitik secara keseluruhan.

Alasannya adalah karena dolar Australia mendapatkan dukungan yang cukup besar dari faktor-faktor domestik. Data terbaru mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja (yang akan kita bahas lebih rinci) telah secara signifikan mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Reserve Bank of Australia (RBA) mengambil pendekatan "wait-and-see" dan tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi mulai meningkat secara berkelanjutan. Pelebaran ekspektasi selisih suku bunga antara RBA dan Federal Reserve bekerja menguntungkan bagi Aussie.
Selain itu, pasar komoditas memberikan dukungan tambahan bagi pembeli AUD/USD, di tengah kenaikan harga komoditas utama ekspor Australia. Bijih besi, tembaga, dan beberapa logam industri lainnya menunjukkan ketahanan berkat permintaan berkelanjutan dari China. Sebagai contoh, produksi baja (yang membutuhkan bijih besi) di China beroperasi di batas atas kisaran musiman. Hal ini secara tradisional menjadi faktor positif bagi perekonomian Australia.
Data pasar tenaga kerja yang dirilis hari ini semakin mendukung Aussie, memungkinkan pembeli AUD/USD kembali menguji hambatan harga 0,7000. Terlepas dari sejumlah "kelemahan", rilis ini cukup kuat.
Pada Juni, jumlah penduduk Australia yang bekerja meningkat sebesar 76.000 orang. Hasil ini hampir tiga kali lipat dari perkiraan, karena sebagian besar analis hanya memperkirakan kenaikan 20.000.
Angka partisipasi angkatan kerja naik menjadi 67,0%, salah satu level tertinggi dalam sejarah pencatatan statistik, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi 67,1%. Namun, tingkat pengangguran tetap berada di 4,4% (komponen laporan ini sesuai dengan ekspektasi para ahli).
Sekilas, kombinasi antara lonjakan kuat lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang stabil tampak kontradiktif. Namun, "anomali" ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa, bersamaan dengan terciptanya lapangan kerja baru, jumlah orang yang masuk ke pasar tenaga kerja juga meningkat tajam, karena banyak warga Australia mulai aktif mencari pekerjaan. Alhasil, perekonomian negara mampu "menyerap" arus besar pekerja baru tanpa menurunkan tingkat pengangguran.
Dengan kata lain, peningkatan pasokan tenaga kerja hampir sepenuhnya mengimbangi kenaikan permintaan tenaga kerja. Dinamika seperti ini merupakan ciri khas pasar tenaga kerja yang stabil.
Namun, pesan utama dari "Australian Non-Farms" bukanlah "stagnasi" tingkat pengangguran, melainkan skala penciptaan lapangan kerja. Beberapa bulan lalu, pelaku pasar masih memperkirakan adanya pendinginan bertahap di pasar tenaga kerja seiring melambatnya aktivitas bisnis. Namun, data hari ini menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja masih cukup kuat.
Bagi RBA, dinamika ini dipandang "hawkish". Kekurangan tenaga kerja menciptakan tekanan kenaikan upah, yang pada gilirannya mempersulit upaya memperlambat inflasi, terutama di sektor jasa, di mana biaya tenaga kerja menyumbang porsi signifikan dari total biaya.
Kendati demikian, meskipun gambaran umumnya jelas positif, laporan ini mengandung sejumlah catatan penting. Menurut perwakilan ABS (Australian Bureau of Statistics), lonjakan kuat lapangan kerja sebagian dijelaskan oleh faktor musiman dan kalender: beberapa pekerja yang seharusnya mulai bekerja pada Mei justru baru memulai pada Juni. Artinya, sebagian lonjakan pada Juni bersifat teknis, sehingga mungkin tidak terulang bulan depan.
Meski begitu, trader AUD/USD menginterpretasikan rilis hari ini secara tegas berpihak pada dolar Australia. Walaupun sebagian kenaikan lapangan kerja Juni mungkin dipengaruhi faktor statistik, sinyal keseluruhan dari laporan ini tetap kuat: pasar tenaga kerja tetap tangguh, dan permintaan tenaga kerja tinggi. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa RBA tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter.
Namun, pergerakan AUD/USD selanjutnya tidak hanya akan bergantung pada data domestik Australia, tetapi juga pada selera risiko global, kebijakan The Fed, serta dinamika perekonomian China. Mengingat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, latar eksternal dapat membatasi potensi penguatan mata uang Australia—bahkan dengan latar belakang data "Australian Non-Farm" yang mengesankan.
Saat ini, pembeli AUD/USD berupaya bertahan di atas level resistance kunci 0,7000 (garis tengah Bollinger Bands, yang bertepatan dengan garis Tenkan-sen pada grafik H4), dengan menguji hambatan harga berikutnya di 0,7020 (garis atas Bollinger Bands pada timeframe yang sama). Penembusan kuat di zona ini akan membuka jalan untuk pergerakan naik lebih lanjut menuju target 0,7070 (batas bawah awan Kumo pada grafik harian).
Untuk membuka posisi long, disarankan menunggu konfirmasi salah satu dari dua skenario. Pertama, pembeli AUD/USD berhasil menembus resistance 0,7020, setelah itu jalan menuju 0,7070 akan terbuka. Atau, upaya lain untuk menembus level 0,70 kembali gagal, sehingga pasangan ini turun lagi ke area 0,69. Dalam kasus tersebut, koreksi turun dapat kembali dilihat sebagai peluang untuk membuka posisi long dengan target 0,7000 dan 0,7020.